BPS Catat Jumlah Penduduk Indonesia Capai 284 Juta Jiwa pada 2025

BPS Catat Jumlah Penduduk Indonesia Capai 284 Juta Jiwa pada 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 284,67 juta jiwa berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Data tersebut dirilis di Jakarta pada Selasa (5/5/2026) yang menunjukkan adanya perlambatan laju pertumbuhan populasi nasional.

Dilansir dari Money, komposisi penduduk saat ini didominasi oleh kelompok usia produktif (15–64 tahun) yang mencapai 68,94 persen. Angka ini mengalami kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan hasil Sensus Penduduk 2010 yang berada di level 66,09 persen.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa dinamika perubahan struktur demografi ini memiliki implikasi besar bagi perencanaan pembangunan nasional. Fenomena ini mencakup pergeseran usia penduduk yang semakin terkonsentrasi pada kelompok produktif.

"Laju pertumbuhan penduduk yang melambat menunjukkan adanya perubahan pola demografi yang perlu diantisipasi dalam perencanaan pembangunan ke depan," ujar Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Berdasarkan rincian generasi, Gen Z memegang porsi terbesar yakni 24,93 persen, diikuti oleh generasi milenial sebesar 24,34 persen. Gabungan kedua generasi muda tersebut kini mencakup hampir separuh dari total populasi di tanah air.

Meskipun jumlah usia produktif masih mendominasi, BPS mencatat adanya peningkatan pada kelompok usia lanjut (65 tahun ke atas) dari 5,04 persen menjadi 7,62 persen. Sementara itu, proporsi kelompok usia anak-anak justru menyusut menjadi 23,44 persen.

Kondisi ini mempengaruhi rasio ketergantungan Indonesia yang tercatat sebesar 45,05, yang berarti setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 45 orang usia nonproduktif. Amalia memberikan catatan khusus mengenai tren peningkatan rasio ini dan indikasi penuaan penduduk.

"Kita perlu hati-hati sebab angka rasio ketergantungan mulai meningkat. Indonesia masih mengalami bonus demografi, namun kita sudah memasuki fase ageing population karena proporsi penduduk lansia sudah berada di atas 10 persen, tepatnya 11,97 persen," ungkap Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala BPS.

Dalam aspek kesehatan dan fertilitas, Angka Kelahiran Total (TFR) Indonesia turun menjadi 2,13, mendekati angka penggantian 2,10. Penurunan ini sejalan dengan perbaikan indikator kesehatan, seperti angka kematian bayi yang turun menjadi 14,12 per 1.000 kelahiran hidup.

Dari sisi persebaran geografis, Pulau Jawa masih menjadi pusat konsentrasi penduduk dengan porsi 55,65 persen dari total populasi. Mobilitas penduduk juga meningkat, terutama pada fenomena komuter di wilayah metropolitan serta tingkat migrasi keluar yang tinggi dari DKI Jakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi