Sejumlah provinsi di luar Pulau Jawa berhasil memimpin perolehan skor literasi tertinggi di Indonesia. Persaingan angka yang sangat ketat antar-daerah ini tercatat berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, seperti dikutip dari Medcom.
“Kabar membanggakan, sejumlah provinsi di Indonesia menunjukkan tingkat minat baca yang tinggi berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Februari 2026,” tulis informasi dalam akun Instagram @kemenko_pmk dikutip Senin, 1 Juni 2026.
Kemampuan literasi yang baik dinilai menjadi motor penggerak kemajuan sosial dan ekonomi, serta menentukan kualitas peradaban sebuah negara. Tingginya angka membaca di tengah masyarakat menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan zaman.
Gerakan gemar membaca ini perlu terus dirawat secara kolektif. Inisiasi tersebut dapat dimulai dari unit terkecil seperti lingkungan rumah, sekolah, hingga cakupan masyarakat yang lebih luas.
Wilayah Indonesia bagian timur mencatatkan capaian gemilang dalam rilis data statistik kali ini. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berada di peringkat pertama nasional, disusul oleh Nusa Tenggara Barat (NTB) pada posisi kedua.
Sementara itu, posisi tiga besar dilengkapi oleh perwakilan dari Pulau Sumatera, yaitu Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Peta data ini membuktikan bahwa semangat literasi di Indonesia kini semakin merata ke berbagai wilayah.
Berikut adalah daftar lengkap 10 provinsi dengan minat baca tertinggi di Indonesia menurut data BPS per Februari 2026:
| Peringkat | Provinsi | Skor (Poin) |
|---|---|---|
| 1 | Nusa Tenggara Timur | 62,00 |
| 2 | Nusa Tenggara Barat | 61,00 |
| 3 | Sumatra Selatan | 60,86 |
| 4 | Maluku Utara | 60,66 |
| 5 | Kalimantan Barat | 59,85 |
| 6 | Sulawesi Selatan | 59,84 |
| 7 | Sulawesi Tengah | 59,51 |
| 8 | Sumatra Barat | 59,42 |
| 9 | Sumatra Utara | 59,36 |
| 10 | Kepulauan Riau | 59,33 |
Tantangan dan Metode Menumbuhkan Kebiasaan Membaca
Peningkatan literasi di Indonesia secara nasional masih menghadapi tantangan besar. Data dari UNESCO sempat menunjukkan angka yang memprihatinkan, yakni minat membaca masyarakat hanya berada di kisaran 0,001 persen, atau cuma 1 dari 1.000 orang yang rajin membaca.
Melalui buku, masyarakat khususnya generasi muda bisa menyerap informasi, ilmu pengetahuan, dan pengalaman berharga. Terdapat 5 metode mudah yang dilansir dari laman lib.ub.ac.id untuk membangun kebiasaan menyukai buku.
1. Memilih Topik yang Digemari
Langkah awal dipermudah dengan mencari tema buku yang sesuai dengan hobi, misalnya bidang sejarah atau olahraga. Langkah ini memicu rasa penasaran untuk terus menyelesaikan bacaan.
2. Menjadwalkan Waktu Khusus
Sediakan waktu rutin setiap hari agar aktivitas ini berkembang menjadi kebiasaan. Waktu senggang sebelum tidur, saat istirahat sekolah, atau di sela jam kantor bisa dimanfaatkan.
3. Mencari Lokasi yang Nyaman
Suasana sekitar sangat memengaruhi tingkat konsentrasi seseorang. Tempat tenang seperti kamar pribadi atau taman yang sejuk membantu pembaca lebih fokus dan betah bertahan lama.
4. Bergabung dengan Klub Buku
Masuk ke dalam kelompok atau komunitas membaca di media sosial menjadi ruang berdiskusi yang interaktif. Sesama anggota bisa saling merekomendasikan atau meminjamkan koleksi buku.
5. Memberikan Apresiasi Mandiri
Apresiasi kecil untuk diri sendiri bisa memicu kedisiplinan setelah menuntaskan satu buku hingga halaman terakhir. Hadiah tersebut dapat berupa kunjungan ke kafe favorit atau melakukan hobi lainnya.