PT Brantas Abipraya (Persero) memastikan percepatan pembangunan Proyek Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, agar selesai sesuai target pemerintah dengan prinsip tepat waktu, mutu, dan biaya, pada Selasa (26/5/2026), dilansir dari Detik Finance.
Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut juga menegaskan komitmennya untuk tidak menahan atau menunda pembayaran upah para pekerja proyek. Seluruh kewajiban finansial dipastikan berjalan sesuai dengan ketentuan kontraktual serta mekanisme kerja sama yang berlaku di lapangan.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyatakan bahwa manajemen terus menjaga tata kelola proyek yang profesional. Hal ini mencakup pengawasan ketat terhadap seluruh mitra kerja agar menyelesaikan kewajiban kepada tenaga kerja secara tertib.
"Brantas Abipraya senantiasa memastikan proses pembayaran kepada mandor dan pekerja dilakukan tepat waktu serta tidak diperkenankan melakukan penundaan pembayaran yang dapat berdampak pada kesejahteraan tenaga kerja dan kelancaran operasional proyek," ujar Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Dian Sovana menambahkan bahwa seluruh pembayaran kontrak kerja sama telah diselesaikan oleh pihak perusahaan. Jika ditemukan kendala administratif di lapangan yang menghambat upah pekerja, Brantas Abipraya akan segera melakukan langkah percepatan agar hak pekerja terpenuhi.
"Kami juga melakukan evaluasi serta penegasan terhadap seluruh mitra kerja agar pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik," jelas Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Pihak manajemen juga berjanji untuk terus mengedepankan penyelesaian proyek secara profesional. Langkah ini dibarengi dengan upaya mempertahankan hubungan industrial yang harmonis agar progres pembangunan Sekolah Rakyat Banjarbaru tetap berjalan sesuai rencana.
"Brantas Abipraya berkomitmen menjalankan seluruh kewajiban sesuai ketentuan kontraktual serta memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Banjarbaru tetap berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah. Kami juga terus melakukan koordinasi intensif bersama seluruh pihak agar penyelesaian di lapangan berlangsung kondusif dan proyek dapat selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik," pungkas Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.
Langkah responsif dan koordinasi intensif yang diterapkan oleh Brantas Abipraya mendapat tanggapan positif dari para pekerja di lokasi proyek. Aktivitas di area pembangunan dikabarkan tetap berjalan normal dan kondusif.
"Yang kami lihat pihak Brantas Abipraya cukup responsif dalam melakukan koordinasi sehingga pekerjaan bisa kembali berjalan," ujar salah satu pekerja proyek.
Senada dengan pekerja, koordinasi yang baik di lapangan dinilai mampu menjaga kelancaran progres pembangunan. Evaluasi berkala dilakukan agar target pencapaian proyek tidak terhambat.
"Pihak Brantas Abipraya aktif berkoordinasi supaya pekerjaan tidak berhenti dan target proyek tetap tercapai," imbuh salah satu mandor pekerja.
Pembangunan Sekolah Rakyat ini dirancang dengan konsep asrama terpadu yang memuat fasilitas pendidikan jenjang SD, SMP, hingga SMA. Proyek ini juga dilengkapi dengan rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, serta sarana olahraga guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.