Brantas Abipraya Kebut Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Lampung

Brantas Abipraya Kebut Rehabilitasi Jaringan Irigasi di Lampung

PT Brantas Abipraya (Persero) tengah mempercepat pembangunan Proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi (D.I) Kewenangan Daerah di Provinsi Lampung Paket 2. Proyek infrastruktur ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan sekaligus mengoptimalkan produktivitas sektor pertanian lokal.

Seperti dikutip dari Detik Finance, pengerjaan infrastruktur ini berlokasi di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Sebagai agen pembangunan, badan usaha milik negara ini berupaya memastikan pasokan air menuju lahan persawahan dapat mengalir secara merata, efisien, dan optimal demi mendongkrak hasil panen para petani.

Proyek pemulihan infrastruktur pengairan ini menjangkau sejumlah titik strategis, meliputi D.I Rawa Kalong, D.I Way Haru Sekunyir Intake 1, D.I Way Haru Sekunyir Intake 2, serta D.I Way Samang. Total panjang penanganan jaringan air ini mencapai 14.100 meter dengan cakupan luas layanan irigasi yang membentang hingga 1.102,68 hektare.

Langkah rehabilitasi ini diharapkan dapat mengembalikan keandalan sistem pengairan yang sebelumnya terganggu akibat kerusakan pada beberapa saluran dan bangunan air. Adapun ruang lingkup kerja mencakup tahap persiapan, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK), perbaikan saluran, pemasangan struktur, hingga pemulihan bangunan bagi, sadap, serta bagi sadap.

Seluruh proses pengerjaan di lapangan diklaim mengutamakan aspek mutu, keselamatan kerja, ketepatan waktu, dan kelestarian lingkungan sekitar. Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana menjelaskan bahwa proyek ini menjadi wujud nyata komitmen korporasi dalam mendukung sektor agraris nasional lewat penyediaan sarana air yang andal.

"Brantas Abipraya terus berkomitmen menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang berkualitas dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Lampung ini, kami berharap distribusi air menuju area pertanian dapat menjadi lebih optimal sehingga produktivitas pertanian masyarakat ikut meningkat," ujar Dian, dalam keterangan tertulis, Senin (18/5/2026).

Dian menilai ketersediaan jaringan pengairan yang kokoh memiliki fungsi yang sangat strategis bagi stabilitas pangan. Terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global serta lonjakan kebutuhan pangan nasional yang kian meningkat dari waktu ke waktu.

"Pembangunan infrastruktur irigasi bukan hanya tentang pembangunan fisik semata, tetapi juga tentang bagaimana infrastruktur tersebut mampu mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat. Ketika distribusi air berjalan baik, maka aktivitas pertanian akan menjadi lebih produktif, masa tanam lebih terjaga, dan hasil pertanian masyarakat pun dapat meningkat," kata Dian.

Di samping mengejar kualitas fisik bangunan, perusahaan konstruksi pelat merah ini juga mengedepankan implementasi budaya keselamatan kerja yang ketat melalui penerapan SMKK di setiap lini area konstruksi. Langkah ini diambil guna memastikan semua tahapan kerja memenuhi standar keselamatan kerja dan mutu yang berlaku.

Sinergi dengan Program Prioritas Pemerintah

Proyek di wilayah Lampung Barat ini juga diposisikan sebagai langkah konkret perusahaan dalam menyukseskan program prioritas yang dicanangkan oleh pemerintah pusat di bidang pangan.

"Pembangunan rehabilitasi jaringan irigasi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Infrastruktur irigasi yang optimal menjadi salah satu fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga ketersediaan pasokan pangan, serta mendukung kesejahteraan petani di berbagai daerah," jelas Dian.

Pihak manajemen optimistis rampungnya proyek ini bakal membawa dampak positif yang signifikan bagi perluasan layanan irigasi di wilayah tersebut. Dukungan infrastruktur yang lebih tangguh diharapkan mampu mendorong sektor pertanian berkembang secara lebih produktif, berkelanjutan, sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi daerah.

Artikel terkait

Rekomendasi