Brest Gelar Foire aux Croûtes ke-35 dengan Aturan Larangan Alkohol

Brest Gelar Foire aux Croûtes ke-35 dengan Aturan Larangan Alkohol

Pemerintah Kota Brest menyelenggarakan festival seni tahunan Foire aux Croûtes ke-35 di Place Guérin mulai Kamis, 14 Mei 2026, hingga Sabtu, 16 Mei 2026. Acara ikonik ini menampilkan 144 pelukis amatir dan profesional namun disertai kebijakan baru berupa larangan penjualan alkohol di sekitar lokasi acara.

Keputusan pembatasan konsumsi alkohol diambil menyusul laporan gangguan ketertiban umum dan kebisingan yang berulang kali terjadi pada malam hari di area tersebut. Aturan ini mewajibkan bar di sekitar Place Guérin menghentikan pesanan terakhir pada pukul 22.30 pada Kamis dan Jumat, serta pukul 21.30 pada Sabtu.

Penyelenggara mengonfirmasi bahwa edisi tahun ini akan membatasi karya yang dipamerkan hanya pada lukisan, tanpa melibatkan patung atau fotografi. Selain pameran, festival ini menyediakan berbagai lokakarya suara dan konser musik lintas genre mulai dari hip hop, rock, hingga musik Amerika Latin.

Wakil Wali Kota Brest yang bertanggung jawab atas kegiatan kota, Erwan Carralou, memberikan apresiasi terhadap keberadaan acara yang menyatukan berbagai generasi warga ini.

"La foire aux croûtes adalah acara yang menyusun pusat kota Brest. Kolektif yang mengusungnya dan didukung oleh kota, memungkinkan penghidupan kota dan mendorong pertemuan antara penduduk dari semua generasi. Dan itulah yang kami inginkan untuk Brest," kata Erwan Carralou, Adjoint au maire en charge de l'animation.

Asosiasi penyelenggara juga memperketat standar keamanan untuk mengakomodasi rata-rata 1.500 pengunjung per hari. Dyen Kane selaku salah satu ketua asosiasi menekankan bahwa tujuan utama kegiatan tetap pada aksesibilitas dan ikatan sosial antarwarga.

"Kami telah banyak bekerja tahun ini pada pengamanan acara, sambil tetap berpegang pada apa yang membentuk pameran ini: aksesibilitas untuk semua kalangan, kesempatan untuk ikatan sosial dan pertemuan," tegas Dyen Kane, co-présidente de l’association organisatrice de l’événement.

Terkait teknis pameran, Kane menjelaskan alasan kembalinya format tradisional yang hanya fokus pada media lukis atau yang sering disebut sebagai "croûtes".

"Kami ingin menemukan kembali semangat awal, di sekitar 'croûtes' yang terkenal ini. Oleh karena itu, kami hanya akan mengadakan pameran lukisan, tidak ada patung atau foto, misalnya," lanjut Dyen Kane.

Kegiatan ini juga akan menghadirkan kembali lelang karya seni pada Sabtu sore pukul 15.00 bagi lukisan yang belum terjual pada tahun sebelumnya. Seluruh rangkaian acara dijadwalkan berakhir dengan penutupan konser pada pukul 22.00 di hari terakhir pelaksanaan.

Artikel terkait

Rekomendasi