Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi pusat perhatian publik setelah unggahan poster peringatan Hari Lahir Pancasila memicu kontroversi di jagat media sosial pada Senin, 1 Juni 2026.
Seperti dikutip dari Suara, kegaduhan tersebut bermula saat warganet mendeteksi adanya ketidaksesuaian pada gambar Garuda Pancasila yang dipajang dalam poster digital tersebut.
Masyarakat menyoroti jumlah bulu sayap dan ekor lambang negara Indonesia itu yang dinilai salah hitung, sehingga memicu gelombang pertanyaan mengenai detail filosofis yang benar.
Meskipun unggahan asli kini telah dihapus oleh pihak BRIN, beberapa pengguna platform X sempat mengabadikan bukti visual tersebut, salah satunya melalui akun @/mdlwlrma.
Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, sayap kiri burung Garuda dalam poster tersebut hanya memiliki 15 helai bulu, sedangkan sayap kanannya berjumlah 16 helai.
Kekeliruan juga terlihat pada bagian ekor yang hanya menampilkan 7 helai bulu, situasi yang langsung dinilai netizen mereduksi makna historis lambang negara.
Filosofi Jumlah Bulu Garuda Pancasila yang Benar
Setiap komponen pada lambang Garuda Pancasila sejatinya mengusung filosofi mendalam yang mengacu pada momen Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.
Data resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI) menegaskan bahwa masing-masing sayap Garuda wajib memiliki 17 helai bulu sebagai simbol tanggal kemerdekaan.
Selanjutnya, bagian ekor dirancang berjumlah 8 helai sebagai representasi bulan Agustus yang merupakan bulan kedelapan, diikuti 19 helai pada pangkal ekor dan 45 helai pada leher.
Pernyataan Resmi dan Permohonan Maaf BRIN
Merespons kritik tajam yang berkembang di ruang publik, BRIN langsung mengambil tindakan dengan menarik konten bermasalah tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Pihak lembaga mengakui kelalaian ini dan menjadikannya sebagai momentum evaluasi agar proses produksi konten di masa depan dapat berjalan dengan lebih cermat dan teliti.
"BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan," tulis BRIN dalam akun X resmi.
"Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang," lanjutnya, dilansir pada Selasa, 2 Juni 2026.
Selain mengganti poster dengan versi yang telah diperbaiki, BRIN turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif mengawasi penggunaan simbol negara di wilayah publik.