BRIN Prediksi El Nino Godzilla Picu Kemarau Kering Mulai April 2026

BRIN Prediksi El Nino Godzilla Picu Kemarau Kering Mulai April 2026

Indonesia diprediksi akan menghadapi fenomena El Nino Godzilla pada musim kemarau tahun 2026. Pergeseran cuaca ini ditandai dengan penurunan curah hujan yang signifikan di berbagai wilayah sejak awal April 2026, berbeda dari kondisi pada akhir tahun 2025.

Istilah El Nino merujuk pada pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, seperti dilansir dari Caritahu. Fenomena ini menyebabkan awan menjauhi wilayah Indonesia, sehingga curah hujan berkurang drastis.

Badan Riset dan Inovasi Nasional menggunakan istilah "godzilla" untuk menggambarkan variasi El Nino yang sangat kuat pada tahun 2026. Dampak fenomena ini diperkirakan memicu musim kemarau yang berlangsung lebih panjang dan jauh lebih kering.

Menurut BRIN, El Nino Godzilla tahun 2026 bakal diperkuat oleh fenomena Indian Ocean Dipole positif dengan intensitas moderat. Kombinasi ini menyebabkan pembentukan awan menjadi sangat minim di wilayah Indonesia.

Meski begitu, dampak yang ditimbulkan tidak akan merata di seluruh wilayah, berkaca pada pengalaman tahun 2023. BRIN memetakan tiga dampak utama yang patut diwaspadai selama musim kemarau 2026.

Ancaman kekeringan mengintai Indonesia bagian selatan, terutama kawasan pantai utara Jawa yang menjadi lumbung padi nasional. Sebaliknya, wilayah timur laut berpotensi mengalami banjir akibat curah hujan yang tetap tinggi selama kemarau.

Area Sumatra dan Kalimantan juga menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan, meskipun potensi hujan dengan intensitas tinggi masih tetap ada. Di sisi lain, cuaca kering ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memacu produksi garam nasional demi target swasembada 2026-2027.

Prediksi Periode Kemarau Ekstrem

BMKG memprediksi awal musim kemarau tahun 2026 ini datang lebih cepat dari biasanya, yaitu mulai bulan April. Sementara itu, BRIN memperkirakan masa kemarau akan membentang sejak April hingga Oktober 2026.

Kondisi kemarau yang sangat kering diprediksi melanda sebagian besar Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur pada periode April sampai Juli 2026. Namun, wilayah lain seperti Maluku, Sulawesi, dan Halmahera diperkirakan masih akan mengalami curah hujan yang tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi