Ribuan pekerja yang tergabung dalam aliansi serikat buruh menggelar aksi demonstrasi di depan Menara Indomaret, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, pada Selasa (26/5/2026) pagi demi menuntut pemenuhan hak pembayaran upah lembur oleh manajemen perusahaan.
Gelombang unjuk rasa ini melibatkan sekitar 1.000 buruh Indomaret Jabodetabek yang didukung oleh 1.500 massa dari 11 federasi di bawah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Konsentrasi massa yang membawa bendera FSPMI dan Partai Buruh ini terpantau memadati area kantor pusat PT Indomarco Prismatama tersebut sejak pukul 09.40 WIB.
Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Utara bersama petugas keamanan kawasan telah disiagakan di lokasi sejak pukul 07.00 WIB guna mengamankan jalannya aksi. Akibat pergerakan massa ini, arus lalu lintas yang mengarah ke Bundaran Menara Indomaret mengalami kepadatan tinggi sehingga polisi harus menerapkan penutupan jalur di Pertigaan Bukit Golf PIK pada pukul 11.39 WIB.
Terdapat enam poin tuntutan utama yang diusung oleh PUK SPAI FSPMI PT Indomarco Prismatama dalam spanduk aksi mereka. Para buruh dengan tegas menolak pemaksaan pernyataan sepihak, menuntut penegasan hak upah lembur, serta menolak kebijakan penggantian lembur hari libur nasional dengan hari libur biasa (off tambahan).
Selain itu, massa mendesak kepatuhan terhadap Undang-undang Ketenagakerjaan, penghentian intimidasi dan PHK ilegal berkedok pengunduran diri, penolakan peraturan perusahaan yang merugikan, serta penolakan terhadap praktik union busting melalui desakan pembentukan perjanjian kerja bersama.
Di tengah aksi penyampaian pendapat tersebut, gelombang massa secara serentak menyuarakan tuntutan ekonomi mereka di depan gedung perusahaan.
"Bayarkan lembur kami!" teriak massa sebagaimana dilansir dari detikcom.
Pihak kepolisian membenarkan adanya pengerahan personel pengamanan ketat di lokasi demonstrasi untuk mengantisipasi gangguan ketertiban umum dan kemacetan lalu lintas sejak pagi hari.
“Benar (ada aksi unjuk rasa), pengamanan pukul 07.00 WIB,” ujar Maryatti saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (25/5/2026).
Sebelum aksi unjuk rasa ini resmi digelar di kawasan Pantai Indah Kapuk, perwakilan buruh telah memberikan konfirmasi tertulis mengenai estimasi jumlah massa yang akan turun ke jalan.
“Aksi massa dari Indomaret Jabodetabek sekitar 1.000 aksi massa. Sebanyak 11 federasi serikat pekerja dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekitar ada 1.500 aksi massa,” ungkap mereka saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat.
Melalui akun resmi TMC Polda Metro Jaya di platform X, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa jalannya penyampaian pendapat oleh Aliansi Serikat Pekerja di depan Menara Indomaret PIK pada pukul 10.02 WIB sempat membuat situasi lalu lintas ramai lancar sebelum akhirnya padat berimbas penutupan jalan.
"10.02 Saat ini sedang berlangsung kegiatan penyampaian pendapat dari Aliansi Serikat Pekerja di depan Menara Indomaret PIK Jakarta Utara, untuk saat ini arus lalu lintas di sekitar lokasi terpantau masih ramai lancar," tulis TMC Polda Metro Jaya melalui akun resminya di platform X, Selasa (26/5/2026).
Kepadatan yang semakin meningkat di sekitar lokasi unjuk rasa memaksa jajaran Satlantas wilayah hukum Jakarta Barat melakukan rekayasa arus kendaraan demi menjaga keamanan di sekitar bundaran kantor pusat ritel tersebut.
"11.39 Anggota Satlantas Jakarta Barat melakukan pengaturan lalu lintas di Pertigaan Bukit Golf PIK Jakarta Utara dikarenakan ada penutupan jalur dalam rangka kegiatan penyampaian pendapat, untuk arus lalu lintas yang mengarah Bundaran Menara Indomaret terpantau cukup padat," tulis akun tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak manajemen PT Indomarco Prismatama masih belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan buruh tersebut. Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Marketing Communication Director Bastari Akmal serta Direktur Pemasaran Wiwiek Yusuf, namun keduanya belum memberikan respons.