Petugas Siagakan Bus Jemaah Haji di Terminal Jabal Ka'bah

Petugas Siagakan Bus Jemaah Haji di Terminal Jabal Ka'bah

Petugas menyiagakan layanan bus shalawat di Terminal Jabal Ka'bah guna memfasilitasi mobilitas jemaah haji Indonesia dari Aziziyah dan Jarwal menuju Masjidil Haram pada Minggu, 3 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk mencegah jemaah tersesat di tengah kepadatan aktivitas ibadah di Tanah Suci.

Pengaturan transportasi di titik krusial ini dilakukan secara intensif mengingat tingginya frekuensi kendaraan yang masuk dan keluar area terminal. Dilansir dari Detikcom, Kepala Pos Terminal Jabal Ka'bah Taufiq Hidayat memberikan penjelasan terkait teknis rotasi kendaraan angkutan tersebut.

"Terminal Jabal Ka'bah itu melayani dua jalur, Aziziyah dan jalur Jarwal. Untuk rotasi busnya itu berjalan setiap 10 menit. Bus akan tiba di sini," ujarnya Taufiq Hidayat, Kepala Pos Terminal Jabal Ka'bah.

Pihak otoritas transportasi haji memastikan bahwa durasi tunggu jemaah telah diminimalkan agar arus kepulangan menuju hotel berlangsung efisien. Melalui manajemen jadwal yang ketat, petugas berupaya menjaga kenyamanan fisik jemaah setelah menyelesaikan ibadah.

"Jadi untuk jemaah, semua jemaah tidak akan menunggu. Tidak akan menunggu lama untuk pelaksanaan ibadah untuk kembali ke hotelnya," sebut Taufiq Hidayat.

Meskipun Terminal Jabal Ka'bah merupakan salah satu lokasi pemberhentian terdekat dari kompleks masjid, jemaah tetap harus menempuh jalan kaki melewati rute yang cukup menanjak. Kondisi geografis ini menjadi perhatian petugas dalam memberikan asistensi di lapangan.

"Memang kalau jalur dari Jabal Ka'bah ke arah ke Haram, itu sekitar 300-400 meter jalannya menanjak. Tapi Alhamdulillah dari para jemaah tidak ada yang mengeluhkan untuk jalurnya yang menanjak," katanya Taufiq Hidayat.

Sebagai panduan agar tidak salah masuk kendaraan, jemaah diminta untuk mengenali objek fisik di sekitar area terminal saat keluar dari masjid. Penanda visual seperti menara hotel dan fasilitas umum menjadi acuan utama navigasi mandiri.

"Kalau jemaah datang dari terminal Jabal Ka'bah, yang dari arah Aziziyah Hotel Alhidayah masuk ke pintu ke Haram, kemudian keluarnya tandanya adalah menara Hotel Anjum ya, atau WC 6," jelas Taufiq Hidayat.

Posisi jalur bus di terminal telah dibagi berdasarkan wilayah hotel tujuan guna mempermudah jemaah dalam menentukan antrean bus yang tepat. Pemisahan arah ini dilakukan berdasarkan sisi kanan dan kiri area terminal.

"Jadi, jemaah nanti biar tidak tersesat adalah kanan dan kiri, karena di terminal Jabal Ka'bah itu ada dua jalur, kanan dan kiri, yaitu kanan itu Aziziyah Alhidayah, kalau ke kiri ada ke Jarwal," sarannya Taufiq Hidayat.

Hingga fase kedatangan jemaah kloter awal, sistem pelayanan transportasi di kawasan ini dilaporkan beroperasi sesuai rencana tanpa hambatan signifikan. Keamanan dan kelancaran arus penumpang menjadi prioritas utama tim di lapangan.

"Alhamdulillah atas kerja sama dari tim, tidak ada masalah terkendali semuanya. Berjalan dengan lancar dan aman," ujar Taufiq Hidayat.

Dukungan layanan bagi jemaah juga mencakup pembagian kerja petugas dalam tiga sif selama 24 jam penuh. Selain itu, terdapat koordinasi khusus untuk penyediaan kursi roda bagi jemaah dengan keterbatasan mobilitas yang membutuhkan bantuan ekstra dari terminal menuju masjid.

Artikel terkait

Rekomendasi