Dedi Mulyadi Fasilitasi Perbaikan Rambut Siswi SMKN 2 Garut di Salon

Dedi Mulyadi Fasilitasi Perbaikan Rambut Siswi SMKN 2 Garut di Salon

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memfasilitasi perbaikan rambut 18 siswi SMKN 2 Garut ke salon setelah menjadi korban pemotongan paksa oleh guru bimbingan konseling (BK) pada Kamis (7/5/2026). Langkah ini diambil sebagai bentuk penanganan langsung atas tindakan pendisiplinan yang dinilai dilakukan secara asal-asalan.

Intervensi pemerintah provinsi muncul setelah video sejumlah siswi yang menunjukkan kondisi rambut mereka viral di media sosial. Para siswi tersebut mengalami pemotongan rambut secara mendadak saat kembali ke kelas usai mengikuti kegiatan olahraga.

Dedi Mulyadi menyatakan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi dengan pihak keluarga para siswi yang terdampak insiden tersebut di Bandung. Ia memastikan bahwa kondisi fisik para siswa menjadi perhatian utama untuk segera dipulihkan.

"Siswa yang di Garut yang dipotong oleh guru BK. Kemarin orang tua siswanya sudah ketemu dengan saya," kata Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Mantan Bupati Purwakarta ini menjelaskan bahwa tindakan mengirimkan para siswi ke salon bertujuan untuk merapikan potongan rambut yang rusak akibat razia tersebut. Dedi menyebut proses perbaikan penampilan para siswi telah dilakukan sesaat setelah pertemuan dengan orang tua.

"Anak-anaknya sudah merapikan rambutnya di salon, kemarin sudah saya kirm mereka ke salon untuk merapikan rambutnya," jelas Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, guru BK di SMKN 2 Garut melakukan razia dengan membawa gunting ke dalam kelas karena mendapati rambut siswi dicat berwarna. Meskipun para siswi tersebut menggunakan kerudung, guru tetap menyingkap hijab mereka dan memotong rambut yang dianggap melanggar aturan.

Pihak sekolah berdalih bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari prosedur pendisiplinan berdasarkan laporan dari wali kelas dan masyarakat. Namun, cara yang digunakan memicu polemik karena dilakukan tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan wali murid.

Artikel terkait

Rekomendasi