AirAsia X Shanghai-Kuala Lumpur Delay 49 Jam Akibat Masalah Operasional

AirAsia X Shanghai-Kuala Lumpur Delay 49 Jam Akibat Masalah Operasional

Pesawat AirAsia X dengan nomor penerbangan D7-331 tujuan Kuala Lumpur mengalami penundaan keberangkatan selama 49 jam dari Bandara Internasional Shanghai Pudong, China, sejak Senin (11/5/2026). Penundaan signifikan ini berdampak pada ratusan penumpang yang seharusnya lepas landas pada pukul 02.35 waktu setempat, sebagaimana dilansir dari Detik Travel.

Kegagalan keberangkatan pada hari yang sama menyebabkan situasi di terminal keberangkatan sempat memanas. Pihak maskapai menyatakan bahwa pesawat harus tetap berada di darat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut setelah ditemukan adanya masalah operasional yang tidak terduga di lapangan.

Seorang penumpang menggambarkan kondisi di lokasi yang dipenuhi oleh kerumunan orang yang menuntut kepastian informasi dari petugas darat. Ketidakpastian mengenai kompensasi dan pengaturan akomodasi menjadi pemicu utama ketegangan di antara para pelancong yang terdampak.

“Terminalnya benar-benar kacau, orang-orang berdesakan seperti ikan sardin, ponsel dikeluarkan, berteriak sekeras-kerasnya,” tulis Muhammad Fahad Naim, salah satu penumpang dalam unggahan di platform Threads.

Pihak maskapai merespons situasi tersebut dengan menyediakan opsi rencana perjalanan alternatif dan mengalihkan penumpang ke jadwal tercepat. Selain itu, AirAsia X mengklaim telah menyediakan minuman serta fasilitas akomodasi bagi para penumpang selama masa tunggu di Shanghai.

“AirAsia X menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para penumpang kami, dan dapat mengkonfirmasi bahwa penundaan tersebut disebabkan oleh masalah operasional yang mengakibatkan pesawat tidak dapat terbang,” kata Benyamin Ismail, General Manager AirAsia X.

Manajemen menegaskan bahwa tim di lapangan berupaya meminimalkan dampak gangguan dengan mempercepat proses pengaturan penerbangan pengganti. Fokus utama maskapai adalah memastikan seluruh penumpang dapat terhubung kembali ke destinasi tujuan mereka dalam waktu singkat.

“Tim kami bekerja dengan segera untuk menyediakan alternatif secepat mungkin dan meminimalkan dampak yang terjadi. Kami berterima kasih kepada para penumpang atas kesabaran dan pengertian mereka saat kami menghubungkan mereka ke tujuan mereka sesegera mungkin,” sambung Benyamin Ismail.

Penumpang yang terdampak dijadwalkan terbang kembali menggunakan nomor penerbangan baru D7-331D pada Rabu (13/5/2026) pukul 05.00 waktu setempat. Pesawat tersebut diproyeksikan mendarat di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 10.40 waktu setempat di hari yang sama.

Bagi penumpang yang merasa tidak puas dengan penanganan maskapai, tersedia jalur pengaduan resmi kepada Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM). Pengajuan keluhan dapat dilakukan melalui platform FlySmart jika permasalahan tidak terselesaikan dalam kurun waktu 30 hari.

Artikel terkait

Rekomendasi