Delta Air Lines Putar Balik ke Atlanta Setelah Terbang Delapan Jam

Delta Air Lines Putar Balik ke Atlanta Setelah Terbang Delapan Jam

Pesawat Airbus A330 milik maskapai Delta Air Lines yang menuju Lagos, Nigeria, terpaksa kembali ke Atlanta setelah menghabiskan hampir delapan jam di udara di atas Samudra Atlantik pada Sabtu, 9 Mei 2026. Penerbangan DL54 tersebut melakukan putar balik di tengah perjalanan karena alasan yang digambarkan pihak maskapai sebagai kendala operasional.

Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat dengan nomor registrasi DL54 lepas landas dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta (ATL) sekitar pukul 17.42 EDT. Pesawat Airbus A330-200 tersebut sempat mencapai ketinggian 33.000 kaki dan terbang normal ke arah timur selama beberapa jam sebelum kru memutuskan untuk membatalkan perjalanan menuju Bandara Lagos (LOS).

Pihak maskapai memberikan pernyataan singkat terkait keputusan kru pesawat untuk kembali ke bandara asal tersebut. Hal ini mengakibatkan para penumpang menempuh perjalanan panjang transatlantik yang berakhir tepat di lokasi keberangkatan semula.

"operational issues," tulis Delta dalam informasinya kepada penumpang menurut laporan AirLive.

Keputusan untuk kembali ke Amerika Serikat daripada mendarat di bandara terdekat seperti di Azores diambil setelah kru mengevaluasi berbagai faktor perencanaan bahan bakar. Akibat insiden ini, layanan lanjutan Delta ke Lagos dilaporkan mengalami pembatalan yang menyebabkan penumpukan penumpang di bandara.

Rute Atlanta ke Lagos sendiri mencakup jarak lebih dari 5.000 mil laut dan biasanya memakan waktu tempuh 10 hingga 11 jam. Penggunaan Airbus A330-200 pada rute ini merupakan hal umum bagi Delta, meskipun maskapai tersebut sedang dalam proses modernisasi armada dengan pesawat tipe A330-900 dan A350 yang lebih baru.

Kejadian serupa bukan pertama kalinya terjadi dalam industri penerbangan internasional jarak jauh. Pada Februari 2023, pesawat Air New Zealand rute Auckland ke New York juga melakukan putar balik setelah terbang selama 16 jam karena masalah kelistrikan di terminal tujuan.

Selain itu, maskapai Lufthansa pernah mengalami insiden serupa pada September 2023 ketika penerbangan Frankfurt-Seoul berbalik arah di atas Kazakhstan karena masalah teknis. Maskapai asal Jerman tersebut memilih kembali ke basis perawatan di Frankfurt demi kemudahan akses teknisi spesialis dan ketersediaan pesawat pengganti.

Artikel terkait

Rekomendasi