Dua Ribu Orang Demo Protes Paviliun Israel di Biennale Venesia

Dua Ribu Orang Demo Protes Paviliun Israel di Biennale Venesia

Sekitar dua ribu orang melakukan aksi unjuk rasa di sepanjang Via Garibaldi, Venesia, pada Jumat (8/5), guna memprotes kehadiran paviliun Israel dalam pameran seni internasional Biennale. Massa menuntut penghentian praktik pembersihan reputasi melalui seni atau artwashing di tengah situasi konflik di Gaza.

Aksi ini menandai pemogokan pekerja pertama dalam sejarah penyelenggaraan Biennale. Sejumlah organisasi seperti Anga, Biennalocene, Usb, hingga Adl Cobas menginisiasi gerakan ini untuk menyuarakan penolakan terhadap pembukaan kembali paviliun Israel yang sempat ditutup pada tahun 2024.

Selain isu geopolitik, para demonstran menyoroti persoalan domestik terkait kondisi kerja di lingkungan pameran tersebut. Peserta aksi mengkritik keras situasi kemiskinan dan eksploitasi yang dialami oleh para pekerja yang mengelola jalannya pameran internasional tersebut.

Rombongan mulai bergerak pada pukul 17.00 waktu setempat dengan membawa spanduk bertuliskan pesan utama perjuangan mereka.

"Stop Artwashing" ujar narasi dalam poster yang dibawa massa menurut laporan ilnordest.it.

Ungkapan tersebut disandingkan dengan seruan lain yang menuntut penghentian kekerasan massal di wilayah konflik.

"Stop Genocide" kata pesan dalam spanduk lainnya sebagaimana dilaporkan media lokal Italia tersebut.

Kumpulan bendera Palestina mendominasi barisan massa yang bergerak menuju lokasi pameran. Selain simbol solidaritas internasional, berbagai bendera organisasi politik dan sosial seperti Potere al Popolo dan Rifondazione Comunista juga terlihat di tengah kerumunan demonstran.

Pihak keamanan setempat memantau jalannya aksi yang diikuti oleh gabungan kelompok aktivis dari wilayah timur laut Italia. Demonstrasi ini menegaskan ketegangan yang menyelimuti perhelatan seni global tersebut terkait isu kemanusiaan dan hak-hak buruh seni.

Artikel terkait

Rekomendasi