Ribuan pengunjuk rasa terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian dalam aksi jalan kaki menuju Paviliun Israel di pameran seni Biennale, Venesia, Italia, pada Jumat, 8 Mei 2026. Ketegangan memuncak saat massa berusaha menembus barisan keamanan di wilayah Campo della Tana.
Insiden fisik dilaporkan terjadi ketika beberapa peserta aksi bersinggungan langsung dengan unit polisi anti-huru-hara dari departemen Celere. Dilansir dari ilnordest.it, suasana sempat memanas selama beberapa menit sebelum akhirnya situasi mereda dan massa melanjutkan pergerakan mereka.
Aksi protes ini bertujuan untuk menyuarakan penolakan terhadap kehadiran paviliun nasional Israel dalam ajang seni bergengsi tersebut. Massa kemudian bergerak menyusuri kawasan dermaga hingga mencapai jembatan Arsenale untuk menyampaikan tuntutan mereka melalui media visual.
Di lokasi tersebut, para pengunjuk rasa membentangkan tiga spanduk besar sebagai bentuk protes terhadap situasi di Gaza.
"No genocide pavillon in Biennale" tulis salah satu spanduk yang dipasang oleh massa aksi di jembatan tersebut.
Selain spanduk penolakan paviliun, pengunjuk rasa juga menyuarakan kritik terhadap penggunaan seni sebagai alat pembersihan citra melalui pesan lainnya.
"No artwashing genocide" bunyi pesan pada spanduk kedua yang dipampang di tengah kerumunan pengunjuk rasa.
Aksi ini ditutup dengan tuntutan pembebasan wilayah Palestina yang disampaikan melalui spanduk terakhir dalam rangkaian demonstrasi tersebut.
"Free Palestine" tulis spanduk ketiga yang menjadi penutup pesan kolektif para demonstran di Venesia.