Diplomasi AS dan Iran Tersumbat Usai Pertemuan Trump-Xi Jinping

Diplomasi AS dan Iran Tersumbat Usai Pertemuan Trump-Xi Jinping

Hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan belum mencapai kesepakatan damai pascapertemuan Presiden Donald Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Kebuntuan ini terjadi karena kedua belah pihak dinilai saling mengunci ruang negosiasi melalui pengajuan syarat yang ketat, seperti dilansir dari Kompas pada Senin (18/5/2026).

Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi menilai situasi terkini mencerminkan adanya hambatan besar dalam komunikasi antarnegara tersebut.

"Lima syarat dari Amerika bertemu dengan lima syarat dari Iran. Artinya satu demi satu saling menutup ruang kompromi," ujar Hasibullah Satrawi, Pengamat Timur Tengah.

Penilaian lain muncul dari akademisi mengenai langkah politik luar negeri yang diambil oleh pihak Gedung Putih ke Beijing.

Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik Unas, Nur Sadik berpendapat bahwa lawatan Presiden Amerika Serikat ke Tiongkok bukan merupakan indikasi pelemahan posisi di hadapan Tehran.

"Trump datang ke China bukan untuk menyerah, tetapi mencari dukungan agar posisi Amerika lebih kuat menghadapi Iran," ujar Nur Sadik, Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik Unas.

Kunjungan strategis tersebut dipandang sebagai upaya Washington untuk memperkokoh kedudukan politik mereka dalam konfrontasi dengan Iran.

Artikel terkait

Rekomendasi