Disdik DKI Jakarta Buka Prapendaftaran SPMB 2026

Disdik DKI Jakarta Buka Prapendaftaran SPMB 2026

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta resmi membuka tahap Prapendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2026 untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK mulai Selasa, 19 Mei 2026. Proses ini dikhususkan bagi kategori Calon Murid Baru tertentu yang wajib melengkapi dokumen sebelum pendaftaran daring ditutup pada 10 Juni 2026.

Sistem baru ini hadir untuk menggantikan mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB yang digunakan sebelumnya. Pengumuman resmi mengenai jadwal pelaksanaan ini juga telah disampaikan oleh pihak otoritas terkait melalui media sosial.

"Calon Murid Baru jenjang SMP, SMA, dan SMK di Jakarta, catat ini dulu! Tahap Prapendaftaran SPMB 2026 dibuka mulai 19 Mei–10 Juni 2026. Pastikan Kartu Keluarga (KK) kamu sudah siap dan tercatat di DKI Jakarta ya!" tulis informasi akun Instagram @officialpmbdki.

Pelaksanaan prapendaftaran ini dijadwalkan berlangsung dari pukul 08.00 WIB pada hari pertama hingga ditutup pukul 12.00 WIB pada hari terakhir, sebagaimana dilansir dari Medcom. Kebijakan ini mewajibkan prapendaftaran bagi calon murid yang berdomisili di DKI Jakarta paling lambat 15 Juni 2025 namun bersekolah di luar provinsi.

Aturan serupa berlaku bagi lulusan tahun 2024 dan 2025 dari sekolah di dalam DKI Jakarta yang tidak terdaftar di satuan pendidikan lain, serta lulusan sekolah asing. Calon murid yang masuk dalam kriteria tersebut wajib mengunggah dokumen seperti Kartu Keluarga, rapor, dan Surat Pertanggungjawaban Mutlak.

Bagi pendaftar jenjang SMP, berkas nilai rapor yang dibutuhkan mencakup kelas 4, kelas 5, hingga kelas 6 semester 1. Sementara untuk jenjang SMA dan SMK, dokumen yang disyaratkan meliputi nilai rapor kelas 7, kelas 8, serta kelas 9 semester 1 beserta poster rapor pendidikan sekolah.

Seluruh rangkaian proses prapendaftaran ini diselenggarakan secara daring tanpa dipungut biaya apa pun. Calon murid baru yang wajib mengikuti tahapan prapendaftaran namun tidak menyelesaikannya dipastikan tidak dapat mengikuti pelaksanaan penerimaan murid baru tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi