Dinas Pendidikan Jawa Barat menyiapkan daya tampung sebanyak 909.183 kursi untuk jenjang SMA, SMK, SLB, dan Sekolah Manusia Unggul (Maung) pada Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB 2026/2027. Alokasi kuota tersebut dipastikan mencukupi untuk memfasilitasi seluruh lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat yang berjumlah 826.996 siswa.
Proses pelaksanaan SPMB 2026 diawali dengan tahapan sosialisasi kepada masyarakat pada 18–29 Mei 2026 serta distribusi akun digital pendaftaran melalui operator Dapodik sekolah asal pada 18–22 Mei 2026. Berbeda dengan sekolah reguler, pendaftaran untuk Sekolah Maung dibuka lebih awal melalui penginputan peminatan pada 25 Mei 2026, sedangkan sekolah reguler baru dimulai pada 29 Mei 2026.
Program Sekolah Maung merupakan inisiasi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang diterapkan di 41 sekolah pilihan, terdiri dari 28 SMAN dan 13 SMKN di 27 kabupaten/kota. Jalur ini tidak menggunakan sistem zonasi atau domisili, melainkan murni melalui seleksi prestasi akademik, non-akademik, serta jalur khusus Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa (CIBI).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto menjelaskan bahwa para lulusan dapat mendaftarkan diri secara daring melalui laman resmi yang disediakan. Teknis pendaftaran untuk program unggulan sengaja dipisahkan dari sekolah reguler akibat adanya tahapan ujian tambahan.
"Target kita, penginputan perminatan yang akan berlangsung dari tanggal 25 Mei untuk Sekolah Maung dan 29 Mei untuk sekolah reguler itu semuanya sudah bisa di-input oleh anak-anak kita di tiap kabupaten/kota," ujar Purwanto, Rabu (13/5/2026) seperti dilansir dari jabar.idntimes.com.
Langkah pendataan komprehensif ini dijalankan sesuai instruksi Gubernur Jawa Barat guna memetakan seluruh lulusan yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat menengah atas, baik negeri maupun swasta. Melalui kalkulasi total kapasitas tampung yang tersedia, pemerintah meyakini seluruh siswa dapat terakomodasi dengan baik.
"Dari sisi daya tampung sebenarnya tidak ada masalah. Kalau semuanya masuk ke SMA, SMK, dan MA, itu akan tertampung," kata Purwanto.
Kendati daya tampung memadai, Dinas Pendidikan Jawa Barat menilai fokus utama terletak pada distribusi peserta didik, pemetaan minat, jarak geografis, hingga penanganan siswa yang putus sekolah. Setiap calon peserta wajib memiliki akun digital untuk melakukan input peminatan serta pemilihan sekolah tujuan.
"Semua 826 ribu lulusan di Jawa Barat ini harus mempunyai akun masing-masing," katanya.
Guna mengantisipasi kendala teknis dan mengawasi proses input data, dinas membentuk Team Management Office (TMO) di tingkat kabupaten/kota. Tim ini mengintegrasikan kinerja dari berbagai unsur instansi pendidikan dan kementerian terkait.
"TMO ini untuk memastikan bahwa tim efektif kita bekerja dengan baik di tingkat kabupaten/kota," ucap Purwanto.
Pendaftaran secara daring dapat diakses melalui portal spmb.jabarprov.go.id atau disdik.jabarprov.go.id dengan memilih maksimal tiga sekolah pilihan. Berdasarkan data teknis dari deskjabar.pikiran-rakyat.com, berikut adalah daftar satuan pendidikan yang ditetapkan sebagai Sekolah Maung:
| No | Nama Sekolah | Lokasi |
|---|---|---|
| 1 | SMAN 2 Cibinong | Kabupaten Bogor |
| 2 | SMAN 1 Bogor | Kota Bogor |
| 3 | SMAN 1 Depok | Kota Depok |
| 4 | SMAN 1 Bekasi | Kota Bekasi |
| 5 | SMAN 1 Sukatani | Kabupaten Bekasi |
| 6 | SMAN 1 Subang | Kabupaten Subang |
| 7 | SMAN 1 Purwakarta | Kabupaten Purwakarta |
| 8 | SMAN 5 Karawang | Kabupaten Karawang |
| 9 | SMAN 2 Sukabumi | Kota Sukabumi |
| 10 | SMAN 1 Pelabuhanratu | Kabupaten Sukabumi |
| 11 | SMAN 1 Cisarua | Kabupaten Bandung Barat |
| 12 | SMAN 1 Cianjur | Kabupaten Cianjur |
| 13 | SMAN 3 Bandung | Kota Bandung |
| 14 | SMAN 5 Bandung | Kota Bandung |
| 15 | SMAN 3 Cimahi | Kota Cimahi |
| 16 | SMAN 1 Soreang | Kabupaten Bandung |
| 17 | SMAN 1 Sumedang | Kabupaten Sumedang |
| 18 | SMAN 1 Majalengka | Kabupaten Majalengka |
| 19 | SMAN 1 Sindang | Kabupaten Indramayu |
| 20 | SMAN 2 Cirebon | Kota Cirebon |
| 21 | SMAN 1 Palimanan | Kabupaten Cirebon |
| 22 | SMAN 2 Kuningan | Kabupaten Kuningan |
| 23–28 | (sesuai SK Gubernur per KCD) | Tersebar di Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran, Banjar, Kuningan |