Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Padang menyiagakan sebanyak 1.750 agen pendamping untuk mengawal implementasi program nasional Digital Bansos di tingkat RT dan RW pada Senin, 18 Mei 2026. Langkah tersebut diambil setelah Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat ini ditunjuk menjadi salah satu lokasi proyek percontohan di Pulau Sumatera.
Para agen yang disebar ke lapangan bertugas membantu masyarakat melakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital. Penggunaan sistem identitas berbasis gawai pintar tersebut kini diwajibkan oleh pemerintah sebagai syarat utama bagi warga untuk mendapatkan akses bantuan sosial.
Kepala Disdukcapil Kota Padang, Ances Kurniawan, menegaskan bahwa pengintegrasian data kependudukan secara digital ini merupakan bagian dari komitmen Program Unggulan Pemerintah Kota bernama Padang Melayani. Melalui sistem ini, verifikasi data calon penerima bantuan diklaim dapat berjalan secara transparan.
"Program ini bertujuan secara khusus untuk mengukur ketepatan bansos yang diterima oleh masyarakat kita," ujar Ances Kurniawan dikutip dari keterangan tertulis, Senin 18 Mei 2026.
Penerapan sistem baru ini diharapkan mampu mengubah proses validasi data kemiskinan menjadi lebih akurat. Disdukcapil Kota Padang sendiri bertindak sebagai koordinator wilayah dalam skema proyek percontohan yang melibatkan delapan kabupaten dan kota di Sumatera tersebut.
"Sehingga, dengan adanya sistem digital ini, risiko terjadinya data ganda atau warga yang menerima bantuan salah sasaran dapat ditekan seminimal mungkin," tutur Ances Kurniawan.
Kesiapan program ini sebelumnya telah dimatangkan dalam pertemuan koordinasi lintas sektor pada bulan lalu. Rapat strategis tersebut dipimpin oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, serta dihadiri perwakilan dari Kemendagri, Kemenko Polhukam, Kemenpan-RB, Kominfo, dan Bank Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Maigus Nasir memberikan penegasan mengenai efektivitas digitalisasi untuk mengatasi persoalan pendataan kemiskinan faktual di lapangan. Pemerintah Kota Padang bersama instansi terkait saat ini terus mengebut sinergi agar program Digital Bansos siap diluncurkan secara resmi pada bulan Oktober 2026 mendatang.