Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengalihkan arus lalu lintas di Jalan Lenteng Agung Raya, Jakarta Selatan, pada Jumat, 29 Mei 2026, menyusul insiden jalan amblas yang memakan dua lajur jalan. Langkah darurat ini diambil untuk mengurai kemacetan parah menuju arah Depok serta memastikan keselamatan para pengguna jalan.
Kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut sempat memburuk setelah satu unit truk pengangkut tanah milik Pemprov DKI Jakarta terperosok ke dalam lubang amblas pada pukul 11.35 WIB. Insiden ini sempat melumpuhkan total arus kendaraan dari arah Pasar Minggu menuju Depok karena badan truk menutup jalur kanan yang tersisa.
Petugas di lapangan bergerak cepat mengevakuasi badan truk tersebut dalam waktu 15 menit sehingga arus kendaraan dapat kembali bergerak lambat. Saat ini, satu lajur darurat dibuka secara terbatas oleh Dinas Perhubungan dengan prioritas hanya untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan truk berukuran kecil.
Kerusakan infrastruktur ini bermula dari kemunculan lubang sedalam dua hingga tiga meter dengan lebar empat meter akibat gorong-gorong kopong sejak Kamis siang. Pelaksana Harian Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Hermawan memberikan penjelasan resmi mengenai situasi penanganan di lokasi tersebut, dilansir Antara.
"Kami memahami aktivitas masyarakat terganggu akibat kondisi jalan amblas ini. Karena itu, pengaturan lalu lintas dan pengalihan arus segera dilakukan untuk mengurangi kepadatan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga," kata Pelaksana Harian Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Hermawan.
Pihak berwenang menyampaikan permohonan maaf terbuka karena kerusakan tepat di depan bengkel Alpino Knalpot dekat Gang Empang tersebut mengganggu kenyamanan publik.
"Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," ucap Ujang Hermawan.
Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan serta mematuhi seluruh instruksi dari petugas penanganan di area terdampak.
"Kami mengajak masyarakat tetap berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi dan sebisa mungkin menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan," ujar Ujang Hermawan.
Berdasarkan skema rekayasa Dishub DKI Jakarta, kendaraan roda dua diarahkan secara situasional melalui rute Jalan Gardu, Jalan H. Shibi IV, Jalan H. Shibi II, menuju Jalan Akses UI. Sementara itu, kendaraan roda empat tujuan Depok dialihkan untuk putar balik di Perlintasan KA Universitas Pancasila menuju Jalan Kahfi II dan Jalan Tanah Baru, sedangkan kendaraan berat bertonase besar dialihkan dari Simpang Jalan TB Simatupang menuju Jalan Tol Desari, Jalan Raya Bogor, atau Jalan Tol Jagorawi.