Dispendik Surabaya Terapkan Tes Akademik pada SPMB SMP Negeri 2026

Dispendik Surabaya Terapkan Tes Akademik pada SPMB SMP Negeri 2026

Dinas Pendidikan Kota Surabaya menerapkan skema baru dengan menyisipkan Tes Kompetensi Akademik dalam seleksi jalur prestasi Sistem Penerimaan Murid Baru jenjang SMP negeri pada Selasa (2/6/2026). Langkah ini memodifikasi penilaian yang sebelumnya hanya mengandalkan nilai rapor siswa.

"Secara prinsip masih sama seperti tahun lalu. Yang berubah itu hanya satu, yaitu jalur prestasi kita sisipkan Tes Kompetensi Akademik (TKA) kemarin. Sisanya sama seperti tahun lalu," kata Kepala Dispendik Surabaya Febrina Kusumawati, Selasa (2/6/2026).

Pemerintah Kota Surabaya menetapkan kuota jalur prestasi SMP negeri sebesar 35 persen yang dibagi menjadi tiga kategori. Jalur prestasi akademik mendapatkan porsi 20 persen, diikuti jalur prestasi perlombaan sebesar 12 persen, dan kuota penghafal kitab suci sebanyak 3 persen.

Formasi penilaian untuk jalur prestasi akademik kini memadukan 60 persen bobot nilai rapor dan 40 persen hasil Tes Kompetensi Akademik yang sudah diumumkan sejak 26 Mei 2026. Dinas Pendidikan sengaja menyelesaikan verifikasi sertifikat perlombaan dan penghafal kitab suci terlebih dahulu agar siswa yang gugur masih bisa mengikuti seleksi akademik.

Berdasarkan data instansi tersebut, daya tampung total SMP negeri dan swasta di Surabaya mencapai 42 ribu kursi. Jumlah tersebut dinilai memadai untuk menampung seluruh lulusan SD di Surabaya tahun ini yang berkisar di angka 41 ribu siswa.

Pemerintah kota juga mengalokasikan kuota jalur afirmasi sebesar 15 persen untuk SD dan 20 persen untuk SMP bagi warga miskin serta penyandang disabilitas. Sementara itu, jalur domisili memegang porsi terbesar dengan kuota 80 persen untuk SD dan 40 persen untuk SMP menggunakan sistem dua ring.

"Kalau memang tidak berhasil di jalur satu, bisa menggunakan domisili dua bagi warga yang rumahnya relatif lebih jauh namun masih berada dalam satu wilayah kelurahan atau kecamatan yang sama dengan sekolah, dengan proporsi kuota 20 persen," jelas Febrina Kusumawati, Kepala Dispendik Surabaya.

Pihak dinas membagi jalur domisili menjadi kategori Domisili 1 untuk jarak rumah terdekat ke sekolah, serta Domisili 2 untuk warga yang tinggal lebih jauh tetapi tetap berada dalam satu kelurahan atau kecamatan. Fasilitas posko informasi penanganan kendala pendaftaran juga telah disiapkan di seluruh sekolah sejak 20 Mei 2026.

"Masyarakat tidak perlu gusar, kanal dan posko kita banyak di semua sekolah. Kalau ada kesulitan, monggo datang ke posko sekolah masing-masing, tidak usah semuanya ke dinas. Petugas di sekolah sudah kami bekali untuk membantu warga, termasuk mengajari orang tua cara mengukur jarak rumahnya," pungkas Febrina Kusumawati, Kepala Dispendik Surabaya.

Proses pendaftaran tingkat SD dibuka melalui jalur afirmasi dan mutasi pada 2-4 Juni 2026, dilanjutkan jalur domisili kelurahan pada 8-10 Juni 2026. Seleksi domisili kecamatan berlangsung pada 12-14 Juni 2026, sedangkan jalur domisili wilayah kota menjadi tahap akhir pada 17-18 Juni 2026.

Untuk tingkat SMP, pendaftaran jalur afirmasi dijadwalkan pada 22-24 Juni 2026 bersamaan dengan jalur mutasi. Pendaftaran jalur prestasi perlombaan serta penghafal kitab suci dibuka pada 27-29 Juni 2026, disusul jalur prestasi akademik pada 1-3 Juli 2026, dan ditutup oleh pendaftaran jalur domisili pada 5-6 Juli 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi