Rasa gugup yang muncul saat menghadapi ujian lisan, sidang skripsi, hingga wawancara kerja merupakan hal yang lumrah dialami banyak orang. Kondisi fisik seperti tangan dingin, suara bergetar, hingga kesulitan menyusun kalimat sering kali menimpa mahasiswa meski materi telah dipersiapkan dengan matang.
Dalam ajaran Islam, situasi yang menegangkan ini tidak hanya dilihat sebagai persoalan mental semata. Dilansir dari Cahaya, umat Muslim dianjurkan melakukan ikhtiar lahir dan batin, termasuk memperbanyak doa demi mendapatkan ketenangan hati serta kejernihan pikiran saat berbicara.
Salah satu doa yang sangat populer diamalkan adalah doa Nabi Musa AS. Doa ini dipanjatkan ketika beliau menerima perintah untuk berdakwah kepada Raja Firaun yang zalim.
Sebagaimana tercantum dalam Al Quran Surah Thaha ayat 25-28, berikut adalah bacaan doa tersebut:
ุฑูุจูู ุงุดูุฑูุญู ููู ุตูุฏูุฑูู ููููุณููุฑู ููู ุฃูู ูุฑูู ููุงุญููููู ุนูููุฏูุฉู ู ููู ููุณูุงููู ูููููููููุง ููููููู
Rabbisyrah lii shadrii wa yassir lii amrii wahlul โuqdatan min lisaanii yafqahuu qaulii.
Artinya: โYa Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku agar mereka memahami perkataanku.โ (QS Thaha: 25-28)
Banyak mahasiswa mengamalkan doa ini sebelum memulai sidang skripsi atau presentasi penting. Syamsuddin Noor dalam buku Dahsyatnya Doa Para Nabi menjelaskan bahwa Nabi Musa memohon pertolongan Allah SWT agar keterbatasan bicaranya tidak menghalangi penyampaian dakwah.
Pentingnya Ketenangan Mental saat Ujian
Kondisi pikiran yang mendadak kosong atau blank sering terjadi akibat tekanan saat sidang. Doa Nabi Musa AS dianggap relevan karena mencakup permohonan agar hati dilapangkan, sehingga seseorang bisa lebih fokus dan berpikir jernih.
Ustadz Imam Mubarok dalam buku Pintar Hafalan Bacaan Shalat Plus Doa Harian menyebutkan bahwa doa sebelum memaparkan materi membantu meningkatkan kepercayaan diri. Berdoa juga merupakan bentuk tawakal setelah seseorang berusaha maksimal dalam belajar.
Doa Agar Hati Tenang dan Dimudahkan
Selain doa di atas, terdapat doa lain dari Surah Al Isra ayat 80 yang sering dibaca untuk menghadapi situasi penting:
ุฑูุจูู ุฃูุฏูุฎูููููู ู ูุฏูุฎููู ุตูุฏููู ููุฃูุฎูุฑูุฌูููู ู ูุฎูุฑูุฌู ุตูุฏููู ููุงุฌูุนููู ููู ู ููู ููุฏููููู ุณูููุทูุงููุง ููุตููุฑูุง
Rabbi adkhilnii mudkhala shidqin wa akhrijnii mukhraja shidqin wajโal lii mil ladunka sulthaanan nashiiraa.
Artinya: โYa Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah aku secara keluar yang benar serta berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.โ
Umat Islam juga disarankan membaca doa memohon keberkahan ilmu sebelum ujian dimulai:
ุณูุจูุญูุงูููู ุงููููููู ูู ููุง ุนูููู ู ููููุง ุฅููููุง ู ูุง ุนููููู ูุชูููุง ููุนููููู ูููุง ู ูุง ููููููุนูููุง ููุจูุงุฑููู ููููุง ูููู ูุง ุนููููู ูุชูููุง ุฅูููููู ุฃูููุชู ุงููุนููููู ู ุงููุญููููู ู
Subhaanakallaahumma laa โilma lanaa illaa maa โallamtanaa wa โllimnaa maa yanfaโunaa wa baarik lanaa fiimaa โallamtanaa innaka antal โaliimul hakiim.
Amalan Pendukung Persiapan Ujian Lisan
Agar lebih siap secara mental dan spiritual, terdapat beberapa amalan praktis yang bisa dilakukan. Memperbanyak salawat dipercaya mampu menenangkan hati, sementara membaca Surah Al Insyirah membantu memberikan rasa lapang di dada.
Secara teknis, hadir lebih awal di lokasi ujian dapat mencegah kepanikan. Latihan presentasi atau simulasi mandiri tetap menjadi ikhtiar wajib yang harus dilakukan sebelum hari pelaksanaan tiba.
Ketika dihadapkan pada pertanyaan yang sulit dijawab oleh penguji, doa berikut dapat dibaca untuk memohon kemudahan:
ุงููููููู ูู ููุง ุณููููู ุฅููููุง ู ูุง ุฌูุนูููุชููู ุณูููููุง ููุฃูููุชู ุชูุฌูุนููู ุงููุญูุฒููู ุฅูุฐูุง ุดูุฆูุชู ุณูููููุง
Allaahumma laa sahla illaa maa jaโaltahuu sahlan wa anta tajโalul hazna idza syiโta sahlaa.
Artinya: โYa Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah. Engkau mampu menjadikan kesulitan menjadi mudah apabila Engkau kehendaki.โ
Keberhasilan dalam ujian lisan tidak hanya bergantung pada penguasaan materi, tetapi juga cara penyampaian yang runtut dan ketenangan sikap saat merespons dosen penguji.