Dokter Tirta Kritik Sarkas Rupiah yang Melemah Tembus Rp18.000

Dokter Tirta Kritik Sarkas Rupiah yang Melemah Tembus Rp18.000

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kini tengah menjadi pusat perhatian publik akibat mengalami penurunan nilai yang signifikan. Seperti diberitakan oleh Suara, mata uang Indonesia tersebut dilaporkan telah menembus level Rp18.000 per dolar AS pada Kamis, 4 Juni 2026.

Kemerosotan nilai mata uang ini memicu beragam respons dari masyarakat luas, termasuk dari figur publik yang kerap mengamati isu sosial ekonomi. Salah satu tokoh yang memberikan tanggapan adalah Dokter Tirta, seorang dokter sekaligus pembuat konten digital.

Melalui akun media sosial X pribadinya, Dokter Tirta membagikan sejumlah pandangan bernada sarkastis yang menarik perhatian pengguna internet. Ia menyindir berbagai argumen yang biasanya muncul di tengah masyarakat saat rupiah sedang mengalami pelemahan.

“Tenang, walau 1 dollar sekarang udah 18.000. Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar,” tulis Dokter Tirta.

Tidak hanya itu, Dokter Tirta juga menyindir sejumlah indikator lain yang kerap dijadikan dalih bahwa situasi perekonomian domestik masih berada dalam kondisi aman.

“Amanlah. Itu buktinya ibox, resto mewah, event-event fashion tetep rame. Ini ulah mata-mata asing yg buat gaduh. Jaya jaya jaya,” kata Dokter Tirta.

Pada unggahan yang berbeda, pria yang aktif di media sosial ini kembali mengekspresikan sindiran pendek yang menggambarkan situasi tersebut.

“Ndasmu mumet,” ujar Dokter Tirta.

Dokter Tirta kemudian menyisipkan kritik terhadap pemerintah dalam tulisan berikutnya. Ia menceritakan pilihan aktivitasnya untuk berolahraga demi mengalihkan pikiran dari situasi yang sedang terjadi.

“Dokter kalau stres ngapain? Asbun dan lari aja mas. Lari itu ga pake dollar. Pake kaki doang. Pull up pake otot, ga pake dollar. Jaya jaya jaya. Punggung harus bakoh, karena beban semakin berat,” tutur Dokter Tirta.

Berbagai pernyataan tersebut memantik respons yang bervariasi dari para pengguna internet. Sejumlah netizen menilai opini tersebut sebagai bentuk kritik sosial yang dikemas dengan humor sehingga lebih mudah dicerna oleh publik.

“Sarkas-nya dapat banget, Dok,” tulis salah satu netizen.

Di sisi lain, terdapat pula pengguna media sosial yang menyampaikan rasa lelah terhadap situasi ekonomi yang terjadi dan menuntut adanya perbaikan regulasi.

“Pusing banget tiap hari jadi WNI, bisa nggak sih pemerintah pikiran-nya pada lurus dan bener, kapan dapat pemerintahan yang bersih,” tulis pengguna media sosial lainnya.

Artikel terkait

Rekomendasi