Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara serius mempertimbangkan rencana untuk menjadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51 setelah intervensi militer berhasil menggulingkan Nicolas Maduro. Langkah strategis ini bertujuan mengamankan cadangan minyak Venezuela yang diperkirakan bernilai 40 triliun dolar AS melalui kerja sama dengan perusahaan energi domestik.
Motivasi utama di balik wacana aneksasi ini adalah potensi kekayaan alam yang melimpah serta klaim popularitas Trump di mata warga setempat. Dalam pembicaraan telepon dengan Fox News, Trump menegaskan posisi Amerika Serikat yang akan mengelola masa transisi negara tersebut bersama Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez.
"Venezuela loves Trump," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Pemerintah Amerika Serikat kini memegang kendali atas sektor minyak Venezuela dan mencatat peningkatan ekspor hingga lebih dari 1 juta barel per hari pada April 2026. Angka tersebut merupakan level tertinggi yang dicapai sejak tahun 2018, seiring upaya menghidupkan kembali industri minyak yang sempat dinasionalisasi oleh Hugo Chavez dua dekade silam.
"As the President has said, relations between Venezuela and the United States have been extraordinary. Oil is starting to flow, and large amounts of money, unseen for many years, will soon be helping the great people of Venezuela," kata seorang juru bicara Gedung Putih.
Pihak Gedung Putih juga menyatakan bahwa keberhasilan pemulihan kemitraan ini sepenuhnya merupakan hasil kerja keras pemerintahan saat ini. Mereka optimis bahwa stabilitas ekonomi melalui pasokan minyak akan menjadi pondasi bagi demokrasi yang stabil di wilayah tersebut.
"Only President Trump can be credited for the revitalization of this newfound partnership – and the best is yet to come!" lanjut juru bicara Gedung Putih.
Wacana perubahan status Venezuela menjadi negara bagian sebenarnya telah diisyaratkan oleh Trump melalui media sosial Truth Social sejak Maret lalu. Namun, rencana ini membutuhkan persetujuan resmi dari Kongres Amerika Serikat serta kesediaan dari pihak Venezuela sendiri.
"Good things are happening to Venezuela lately! I wonder what this magic is all about? STATEHOOD, #51, ANYONE?" tulis Donald Trump melalui akun Truth Social.
Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez menanggapi keras wacana tersebut dengan menegaskan komitmen rakyatnya terhadap kedaulatan nasional. Ia menyampaikan pernyataan tersebut kepada awak media pada Senin, 11 Mei 2026, sebagai bentuk penolakan terhadap ambisi Washington.
"That would never have been considered, because if there is one thing we Venezuelan men and women have, it is that we love our independence process, we love our heroes and heroines of independence," tegas Delcy Rodriguez, Wakil Presiden Venezuela.