Donald Trump Rampungkan Kunjungan Kerja Dua Hari di China

Donald Trump Rampungkan Kunjungan Kerja Dua Hari di China

Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi meninggalkan Beijing pada Jumat, 15 Mei 2026, setelah merampungkan dialog diplomatik selama dua hari bersama Presiden China Xi Jinping terkait eskalasi global di Timur Tengah dan stabilitas Selat Taiwan.

Kunjungan kenegaraan ini menandai kehadiran pertama pemimpin aktif Amerika Serikat ke wilayah China dalam sembilan tahun terakhir, yang sempat tertunda akibat pecahnya pertempuran di Iran. Hubungan kedua negara tersebut diuji lewat sejumlah agenda krusial di tengah gencatan senjata kawasan Teluk.

Saat melakukan pertemuan formal dalam jamuan teh bersama Xi Jinping, Donald Trump memberikan apresiasi tinggi terhadap relasi bilateral yang terjalin erat di antara kedua pemimpin tersebut.

"Kami ingin semuanya diakhiri karena situasinya gila di sana, agak gila. Itu tidak baik dan tidak boleh terjadi," ujar Trump seperti dilansir dari ANTARA.

Donald Trump juga menegaskan kesepahaman bersama untuk memblokir akses kepemilikan senjata nuklir bagi Iran sekaligus memastikan keamanan navigasi di Selat Hormuz tetap terbuka.

Merespons kehadiran delegasi Amerika Serikat, Xi Jinping secara khusus menyambut Trump di Istana Zhongnanhai guna membalas jamuan masa lalu.

"Saya memilih tempat ini secara khusus untuk membalas keramahan yang pernah diberikan kepada saya," kata Xi.

Xi Jinping menjelaskan nilai sejarah dari kediaman resmi tersebut sekaligus mengenang momen kebersamaan mereka di resor Mar-a-Lago, Florida pada tahun 2017.

Selain ketegangan Timur Tengah, dialog tingkat tinggi ini juga menyoroti status geopolitik Taiwan. Perbedaan pandangan mengenai kedaulatan wilayah tersebut dinilai berpotensi memicu konflik terbuka jika tidak dimitigasi secara tepat.

Anggota delegasi Amerika Serikat, Rubio, menyatakan bahwa posisi Washington terhadap dinamika Selat Taiwan tidak mengalami pergeseran dalam pertemuan tersebut.

"Kebijakan AS mengenai isu Taiwan tidak berubah hingga hari ini dan dalam pertemuan yang kami lakukan di sini hari ini. Mereka selalu mengangkatnya dari sisi mereka. Kami selalu memperjelas posisi kami, lalu kami beralih ke topik lainnya," jelas Rubio yang dikutip Breaking News.

Pihak Amerika Serikat menekankan pentingnya menjaga kestabilan strategis demi menghindari salah paham yang dapat memperluas gesekan horizontal kedua negara.

"Dari perspektif kami, setiap perubahan paksa terhadap status quo dan situasi yang ada sekarang akan berdampak buruk bagi kedua kedua negara," tambahnya.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi melepas keberangkatan Donald Trump di Bandara Internasional Beijing Capital menggunakan pesawat Air Force One, yang diiringi oleh barisan prajurit militer dan kibaran bendera dari para pelajar.

Artikel terkait

Rekomendasi