Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Pemimpin China Xi Jinping di Beijing pada Rabu, 13 Mei 2026, untuk membahas stabilitas global di tengah ketegangan perang Iran dan persaingan teknologi yang meruncing.
Kunjungan ini menandai kembalinya Trump ke China setelah hampir satu dekade, di mana fokus pembicaraan bergeser dari isu hak asasi manusia ke empat isu utama: tarif, teknologi, Taiwan, dan Tehran. Kehadiran tokoh bisnis seperti Elon Musk dan Jensen Huang dalam rombongan Trump mempertegas dominasi isu ekonomi dalam agenda diplomatik kali ini.
Pemimpin China Xi Jinping mengawali pertemuan dengan menyoroti perhatian dunia terhadap diskusi kedua pemimpin negara besar tersebut di tengah situasi internasional yang penuh gejolak.
"the whole world is watching our meeting. Currently transformation not seen in a century is accelerating across the globe and the international situation is fluid and turbulent" ujar Xi Jinping, Pemimpin China.
Xi Jinping menekankan bahwa kedua negara berada pada persimpangan jalan baru dan harus menentukan apakah mereka mampu menciptakan paradigma hubungan yang lebih stabil demi masa depan kemanusiaan.
"The world has come to a new crossroads. Can China and the US overcome the Thucydides trap and create a new paradigm of relations? Can we meet global challenges together and provide more stability for the world? Can we, in the interest of our world, of our two peoples, and the future of humanity, build a brighter future for our bilateral relations?" kata Xi Jinping, Pemimpin China.
Dalam pidatonya, Xi menyebutkan bahwa jawaban atas tantangan zaman ini bergantung pada kepemimpinan kedua negara dan ia turut memberikan selamat atas peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.
"These are the questions vital to history, to the world, and to the people. They are the questions of our times that you and I need to answer as leaders of major countries." tutur Xi Jinping, Pemimpin China.
Presiden Xi menyatakan keyakinannya bahwa kepentingan bersama antara China dan Amerika Serikat jauh lebih besar daripada perbedaan yang ada saat ini.
"I always believe that our two countries have more common interests than differences. Success in one is an opportunity for another, and a stable bilateral relationship is good for the world" lanjut Xi Jinping, Pemimpin China.
Xi menegaskan bahwa kerja sama akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, sementara konfrontasi hanya akan membawa kerugian bagi kedua negara.
"China and the US both stand to gain from cooperation and lose from confrontations." ucap Xi Jinping, Pemimpin China.
Visi untuk masa depan hubungan bilateral diarahkan pada kemitraan yang saling membantu untuk mencapai kemakmuran bersama di era baru.
"We should be partners not rivals, we should help each other succeed and prosper and find the right way for major countries to get along with each other in the new era." tegas Xi Jinping, Pemimpin China.
Menutup pernyataannya, Xi berharap diskusi ini dapat menetapkan arah bagi hubungan kedua negara agar tahun 2026 menjadi tonggak sejarah baru.
"I look forward to having discussions with Trump and "working together with you to set the course for and steer the giant ship of China-US relations, so as to make 2026 a historic landmark year that opens up a new chapter" pungkas Xi Jinping, Pemimpin China.
Dilansir dari BBC, Trump diperkirakan akan menekan Xi untuk meningkatkan pembelian produk pertanian AS serta meminta bantuan China dalam menekan Iran guna mengakhiri blokade Selat Hormuz. Sebaliknya, Beijing kemungkinan akan mendesak Washington untuk menghentikan penyelidikan praktik bisnis tidak adil yang mengancam pengenaan tarif lebih tinggi.