Dosen Hukum UMM Masuk Daftar 100 Akademisi Terbaik Dunia 2026

Dosen Hukum UMM Masuk Daftar 100 Akademisi Terbaik Dunia 2026

Sholahuddin Al Fatih, seorang pengajar di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM), berhasil mencatatkan prestasi gemilang di tingkat internasional pada tahun 2026. Namanya secara resmi masuk dalam jajaran 100 Akademisi Terbaik Dunia untuk bidang Ilmu Sosial versi lembaga pemeringkat measuresHE.

Pencapaian prestisius ini membuat Fatih bersanding dengan para peneliti ternama dari berbagai universitas kelas dunia, termasuk Oxford University di Inggris dan Deakin University di Australia. Seperti dilansir dari Edukasi, sistem penilaian ini berbeda dari pemeringkatan institusi pada umumnya.

MeasuresHE menetapkan kriteria objektif dengan menilai rekam jejak individu peneliti secara langsung tanpa melalui skema langganan berbayar. Fatih menjelaskan bahwa terdapat tiga indikator utama yang digunakan untuk menyaring pilar intelektual sejati dalam pemeringkatan tersebut.

Indikator pertama adalah Research Gravitas yang berfungsi mengukur kedalaman aspek intelektual dari seorang akademisi. Selain itu, terdapat Olympic Mean yang digunakan sebagai instrumen penyaring untuk melihat konsistensi mutu dari setiap karya yang dihasilkan.

Indikator ketiga adalah Interaction Credit yang memberikan apresiasi terhadap kolaborasi substantif yang dilakukan oleh peneliti. Seluruh data pendukung dalam proses ini dilacak secara murni melalui profil akademik yang telah terverifikasi di platform global seperti Scopus dan Web of Science.

Fatih mengapresiasi metode kurasi yang diterapkan oleh measuresHE karena dianggap mampu melihat kedalaman substansi tulisan tanpa terpengaruh oleh label nama besar institusi. Ia menekankan bahwa kualitas karya keilmuan jauh lebih penting daripada sekadar kuantitas publikasi.

"Pengakuan ini memvalidasi upaya pengejaran riset yang menawarkan wawasan mendalam dan berdampak, bukan sekadar mengejar jumlah publikasi, tepatnya saya menempati peringkat ke-91" tegas Fatih.

Riset Hukum dan Dampak Sosial

Hingga saat ini, Fatih telah mempublikasikan sekitar 60 artikel yang terindeks di Scopus serta 5 artikel di Web of Science Core Collection. Ratusan karya ilmiah miliknya juga tercatat secara luas dalam basis data Google Scholar dengan fokus pada isu-isu sosial kontemporer.

Fokus penelitiannya secara konsisten membahas dinamika hukum yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, seperti perkembangan teknologi dan pengaruh media sosial. Ia memiliki visi untuk menjadikan hukum sebagai instrumen yang lebih aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

"Kami harus menjembatani bagaimana hukum itu lebih aplikatif dan lebih banyak diterapkan. Tidak hanya berkutat di ranah konsep, tapi juga bagaimana implementasi nyatanya di masyarakat" jelasnya.

Salah satu bukti nyata kontribusinya terlihat pada riset tahun 2021 yang membedah ekspresi masyarakat di ruang digital beserta konsekuensi hukumnya. Penelitian tersebut menunjukkan bagaimana interaksi di media sosial dapat memicu tekanan psikologis hingga persoalan hukum yang serius.

Dukungan Institusi dan Motivasi Menulis

Keberhasilan menembus peringkat dunia ini diakui Fatih tidak lepas dari peran ekosistem riset yang disediakan oleh pihak UMM. Kampus memberikan berbagai fasilitas pendukung mulai dari akses jurnal primer, jaringan internet yang stabil, hingga pemberian insentif untuk publikasi ilmiah.

Fatih berharap pencapaiannya di posisi ke-91 dunia ini dapat memperkuat reputasi internasional UMM serta menginspirasi rekan sejawat dan para mahasiswa. Ia menyarankan para akademisi muda untuk rutin mencatat kerangka pemikiran setiap hari guna menjaga konsistensi ide.

“Capaian ini menjadi dorongan agar UMM semakin dikenal secara global, sekaligus memacu semangat menulis para dosen dan mahasiswa. Riset itu harus memberi dampak nyata. Jadi, mulai saja, jangan takut ditolak, dan teruslah maju!” kata Fatih.

Artikel terkait

Rekomendasi