DPR Desak Audit Jalan Nasional Pasca Kecelakaan Maut di Muratara

DPR Desak Audit Jalan Nasional Pasca Kecelakaan Maut di Muratara

Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty mendesak pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi jalan lintas nasional yang mengalami kerusakan. Permintaan ini menyusul kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5/2026) siang yang menewaskan 16 orang.

Insiden maut tersebut melibatkan bus ALS dan sebuah truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik PT Serelaya di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya. Dilansir dari Nasional, penyelidikan awal menunjukkan pengemudi bus kehilangan kendali saat berusaha menghindari lubang di permukaan jalan yang tidak rata.

Manuver mendadak tersebut menyebabkan bus masuk ke jalur berlawanan hingga menghantam truk tangki yang melaju dari arah sebaliknya. Benturan keras memicu kobaran api yang menghanguskan seluruh badan kedua kendaraan tersebut dan mengakibatkan belasan korban jiwa di lokasi kejadian.

"Jangan sampai setiap tragedi berakhir tanpa evaluasi sistemik. Kalau memang ada kelalaian dalam pemeliharaan jalan nasional, maka harus ada akuntabilitas yang jelas," ujar Saadiah Uluputty, Anggota Komisi V DPR RI.

Legislator tersebut menilai bahwa pemerintah memegang tanggung jawab besar dalam memastikan kelaikan infrastruktur guna menjamin keamanan para pengguna jalan. Ia menegaskan bahwa faktor penyebab kecelakaan tidak boleh hanya ditimpakan kepada kesalahan manusia atau pengemudi semata.

"Tragedi ini menunjukkan bahwa keselamatan jalan tidak bisa hanya dilihat dari kesalahan pengemudi. Negara juga harus bertanggung jawab terhadap kondisi infrastruktur jalan dan sistem keselamatan transportasi yang ada,โ€ ujar Saadiah Uluputty.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga yang dikutip oleh Saadiah, kondisi jalan nasional di wilayah Sumatera Selatan saat ini belum optimal. Tercatat hanya sekitar 33,45 persen dari total panjang jalan nasional di provinsi tersebut yang masuk dalam kategori kondisi benar-benar baik.

Atas dasar data tersebut, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendorong adanya penguatan alokasi anggaran preservasi jalan agar perbaikan dapat dilakukan secara rutin. Hal ini bertujuan agar penanganan kerusakan jalan tidak lagi bersifat reaktif setelah jatuhnya korban jiwa.

โ€œKita tidak boleh menunggu korban berikutnya baru bergerak. Keselamatan jalan harus menjadi prioritas utama negara," tegas Saadiah Uluputty.

Selain masalah anggaran perbaikan, ia juga memberikan catatan mengenai pentingnya normalisasi marka jalan dan pemasangan rambu peringatan pada titik-titik jalan yang rusak. Langkah ini dianggap krusial sebagai peringatan dini bagi pengendara guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi