Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq mendesak pemerintah untuk menindak tegas seluruh bandar judi digital menyusul temuan 200.000 anak yang terpapar praktik ilegal tersebut. Desakan ini disampaikan Maman pada Jumat (15/5/2026) sebagai respons atas kondisi darurat nasional yang mengancam masa depan generasi muda.
Data mengenai paparan judi pada anak tersebut sebelumnya diungkapkan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Dilansir dari Nasional, tercatat sekitar 80.000 anak yang menjadi korban bahkan masih berusia di bawah 10 tahun.
Maman Imanulhaq menegaskan bahwa otoritas negara memiliki kewajiban penuh untuk memberantas jaringan bandar judi yang menyasar masyarakat luas. Penindakan hukum yang keras menjadi prioritas guna melindungi integritas bangsa dari pengaruh buruk perjudian.
"Negara tidak boleh kalah oleh bandar judi digital," kata Maman, Anggota Komisi VIII DPR RI.
Legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai situasi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Ia memberikan peringatan keras bahwa angka ratusan ribu anak tersebut merupakan indikasi adanya krisis moral dan sosial yang serius di tanah air.
"Fenomena 200.000 anak terpapar judi online adalah kondisi darurat nasional," ujarnya Maman, Anggota Komisi VIII DPR RI.
Lebih lanjut, Maman menyoroti bagaimana paparan judi merusak proses pertumbuhan alami anak-anak. Menurutnya, anak-anak semestinya mendapatkan lingkungan pendidikan dan karakter yang kuat, bukan justru terjebak dalam ekosistem spekulasi yang merusak mentalitas mereka sejak dini.
"Anak-anak yang seharusnya tumbuh dengan pendidikan, permainan sehat, dan penguatan karakter justru diperkenalkan pada budaya instan, adiksi, dan spekulasi sejak dini," ujarnya Maman, Anggota Komisi VIII DPR RI.
Upaya penyelamatan anak-anak dari jeratan judi ini dinilai setara dengan upaya pemberantasan narkotika. Maman berharap pemerintah memberikan atensi yang sama besarnya dalam menangani kasus judi online yang melibatkan anak di bawah umur.
"Penanganan judi online terhadap anak harus diposisikan sama seriusnya dengan penyelamatan generasi dari narkoba," tegas Maman, Anggota Komisi VIII DPR RI.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan bahwa mekanisme perjudian digital pada dasarnya dirancang untuk merugikan para penggunanya secara finansial. Pernyataan ini disampaikan Meutya dalam kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol di Medan, Rabu (13/5/2026).
"Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang," ucap Meutya, Menteri Komunikasi dan Digital.
Meutya juga menekankan pentingnya peran aktif dari seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pencegahan di lingkungan terkecil. Pengawasan ketat dari keluarga menjadi kunci utama agar praktik ilegal ini tidak semakin meluas di kalangan anak-anak.
"Meutya mengimbau semua pihak harus menjadi garda edukasi, saling mengingatkan, serta melindungi keluarga dan anak-anak kita dari maraknya praktik ilegal tersebut," ucap Meutya, Menteri Komunikasi dan Digital.