DPR Tekankan Keselamatan Prajurit TNI Misi Perdamaian di Lebanon

DPR Tekankan Keselamatan Prajurit TNI Misi Perdamaian di Lebanon

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendesak pemerintah untuk mengutamakan keselamatan prajurit TNI yang dijadwalkan berangkat dalam misi perdamaian ke Lebanon pada Mei 2026. Penegasan ini muncul sebagai respons atas tingginya risiko keamanan di wilayah tugas tersebut, sebagaimana dilansir dari Nasional.

Pemerintah berencana memberangkatkan 744 personel TNI yang tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Satgas Konga) untuk menjalankan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Dave menekankan pentingnya kesiapan logistik dan koordinasi intensif dengan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) demi kelancaran tugas di lapangan.

Legislator tersebut memberikan catatan khusus mengenai perlindungan personel di tengah dinamika konflik yang berkembang di Lebanon. Ia meminta Kementerian Pertahanan dan TNI terus melakukan pemantauan ketat agar keselamatan pasukan tetap terjaga.

"Kami menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan prajurit yang bertugas harus menjadi prioritas utama," kata Dave saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/5/2026).

Dave menjelaskan bahwa evaluasi berkala sangat diperlukan guna memastikan setiap kebijakan yang diambil pemerintah tetap relevan dengan situasi terkini. Hal ini krusial agar prajurit dapat menjalankan mandat internasional dengan risiko yang terkendali.

"Evaluasi berkelanjutan terhadap dinamika di lapangan perlu dilakukan agar setiap kebijakan tetap relevan dan prajurit dapat menjalankan tugas dengan aman," jelas Dave.

Meskipun menyoroti faktor risiko, Dave menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah Indonesia yang tetap konsisten mengirimkan pasukan perdamaian. Kehadiran personel TNI dinilai memperkuat posisi diplomasi Indonesia di kancah global.

"Komisi I DPR RI memandang keputusan Pemerintah untuk melanjutkan pengiriman prajurit TNI ke Lebanon sebagai wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia," kata Dave.

Menteri Luar Negeri Sugiono turut memberikan arahan strategis dalam persiapan pengiriman pasukan tersebut. Ia mengingatkan para prajurit bahwa wilayah penugasan di Lebanon merupakan zona berisiko tinggi yang menuntut kesiapan mental dan keterampilan tempur yang prima.

"Tempat kalian ditugaskan adalah tempat yang tidak damai sama sekali dan penuh risiko. Artinya, kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit harus disiapkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya," kata Sugiono dalam Rapat Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian, Senin (11/5/2026), dikutip dari siaran pers.

Sugiono menambahkan bahwa Kementerian Luar Negeri akan terus mengupayakan kerja sama lintas sektoral guna meningkatkan kualitas misi perdamaian Indonesia. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga reputasi negara sekaligus memenuhi amanat konstitusi.

"Kemenlu akan terus melaksanakan koordinasi dan kerja sama untuk meningkatkan misi perdamaian sebagai bagian dari amanat konstitusi dan reputasi negara," ucap Sugiono.

Artikel terkait

Rekomendasi