DPR Soroti Minimnya Fasilitas Jemuran Jemaah Haji di Makkah

DPR Soroti Minimnya Fasilitas Jemuran Jemaah Haji di Makkah

Ketiadaan fasilitas jemuran di pemondokan Al Hidayah Tower 3 Sektor 10, kawasan Aziziyah, Kota Makkah, Arab Saudi, memaksa jemaah haji Indonesia menjemur pakaian di dalam kamar atau lorong pada Jumat (22/5/2026). Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terkait potensi timbulnya masalah kesehatan bagi para jemaah.

Kondisi pemondokan yang dihuni sekitar 2.000 jemaah asal Lebak dan Pandeglang, Banten ini dipantau langsung oleh Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), seperti dilansir dari Detikcom. Pemerintah Arab Saudi sendiri melarang aktivitas menjemur pakaian di bagian atas gedung.

Anggota Tim Pengawas Haji DPR Rizki Aulia Rahman Natakusumah memberikan perhatian khusus pada potensi penyebaran bakteri akibat pakaian basah yang ditempatkan di dalam ruang tertutup selama berhari-hari.

"Problem kecil lainnya adalah setelah mereka mencuci baju, menjemurnya di mana? Kalau di atas tidak boleh menurut pemerintah Arab Saudi. Jadi mereka menjemur di kamar masing-masing. Jika ini berlangsung lebih dari seminggu atau sepuluh hari, ditakutkan bisa memicu bakteri," ujar Rizki Aulia Rahman Natakusumah, anggota Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Legislator dari Komisi I DPR tersebut menambahkan bahwa penurunan daya tahan tubuh jemaah setelah menempuh perjalanan jauh dan menghadapi cuaca ekstrem dapat memperburuk risiko kesehatan akibat lingkungan kamar yang lembap.

"Iya, (mereka menjemur) di dalam kamar masing-masing. Apalagi mereka dalam kondisi imun tubuh yang mungkin tidak terlalu baik setelah perjalanan panjang dan cuaca ekstrem. Jadi ada problem kecil seperti itu," lanjut Rizki Aulia Rahman Natakusumah, anggota Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Selain perkara jemuran, jarak akomodasi ke Masjidil Haram yang mencapai 13 kilometer juga menjadi catatan. Meski demikian, jemaah dilaporkan tidak keberatan karena mendapat fasilitas bus Shalawat gratis yang beroperasi selama 24 jam dengan durasi perjalanan sekitar 30 menit.

Rizki mengimbau para jemaah untuk tetap sabar mengingat padatnya kondisi Kota Makkah oleh jemaah dari seluruh dunia, sementara pemerintah Indonesia terus mengupayakan peningkatan fasilitas pemondokan.

"Apalagi Pak Prabowo ke depannya merencanakan adanya kampung haji sebagai fasilitas pemerintah Indonesia di Tanah Suci. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi, tapi sejauh ini cukup baik dan belum ada kendala yang besar," sebut Rizki Aulia Rahman Natakusumah, anggota Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Secara keseluruhan, fasilitas tempat tinggal dan pasokan konsumsi di lokasi tersebut dinilai sudah cukup nyaman. Terkait kendala kesehatan pada jemaah lanjut usia, penanganan medis oleh tim dokter dilaporkan berjalan dengan baik.

"Kondisi mereka harus dijaga dengan baik. Tadi saya menyapa beberapa jemaah, mudah-mudahan mereka bisa sehat kembali. Untuk tim kesiapan dokter medis, saya lihat cukup baik," pungkas Rizki Aulia Rahman Natakusumah, anggota Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Artikel terkait

Rekomendasi