Drone Ukraina Serang Kilang Minyak dan Stasiun Pemompaan Rusia

Drone Ukraina Serang Kilang Minyak dan Stasiun Pemompaan Rusia

Sejumlah fasilitas pengolahan minyak dan stasiun pemompaan di wilayah Rusia mengalami kerusakan parah akibat serangan drone yang diluncurkan oleh militer Ukraina pada Senin (1/6/2026), dilansir dari Detik Finance.

Gempuran pesawat tanpa awak tersebut menghantam kawasan Saratov di sekitar Sungai Volga, yang berakibat pada rusaknya infrastruktur sipil setempat menurut laporan Gubernur Saratov Roman Busargi.

Pihak militer Ukraina telah memberikan konfirmasi resmi mengenai keterlibatan mereka dalam serangan yang menyasar fasilitas kilang minyak di Saratov tersebut.

Selain Saratov, serangan drone juga dilaporkan menghantam sebuah fasilitas di distrik Urzhumsky, wilayah Kirov, yang terletak sekitar 1.300 kilometer dari Ukraina.

Gubernur Kirov Alexander Sokolov mengonfirmasi hantaman drone tersebut, sementara tentara Ukraina menyatakan serangan itu juga sukses mengenai stasiun pemompaan minyak Lazarevo di wilayah sama.

Serangan serupa turut dilaporkan oleh para gubernur di wilayah Rostov, Voronezh, dan Belgorod yang berbatasan langsung dengan Ukraina, di mana tiga warga sipil dilaporkan terluka di Belgorod.

Di sisi lain, Ukraina membantah tuduhan mengenai adanya serangan terhadap fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia yang saat ini berada di bawah pendudukan Rusia.

Sementara itu, situasi di Semenanjung Krimea yang dikuasai Rusia mulai terdampak pada pembatasan penjualan bahan bakar minyak.

"Di Semenanjung Krimea yang dikuasai Rusia di Ukraina, Gubernur Sergei Aksyonov yang didukung Moskow mengatakan bahwa pihak berwenang sedang memberlakukan pembatasan penjualan bensin," tulis Al Jazeera dalam laporannya.

Aksyonov tidak memberikan penjelasan mendetail terkait kebijakan pembatasan penjualan bensin tersebut di wilayahnya.

"Dia tidak mengatakan alasannya, tetapi Ukraina selama berbulan-bulan telah menyerang infrastruktur bahan bakar di Rusia barat daya dekat Krimea," sambung Al Jazeera.

Artikel terkait

Rekomendasi