Dubes RI Soroti Dampak Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Dubes RI Soroti Dampak Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Duta Besar RI untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun menanggapi pertemuan bilateral antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang berlangsung di Beijing pada 14 hingga 15 Mei 2026.

Langkah diplomatik dua pemimpin negara berkekuatan besar tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap stabilitas politik dan pasar ekonomi dunia, termasuk bagi Indonesia, dilansir dari Kompas.

"Pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi penting karena diharapkan dapat memberikan sinyal positif bagi stabilitas dunia dan pasar di tengah ketidakpastian global," kata Djauhari di Beijing, Sabtu (16/5/2026).

Penilaian mengenai arah kerja sama masa depan antara China dan Amerika Serikat juga dapat dilihat dari kehadiran para delegasi pengusaha yang mendampingi kunjungan tersebut.

"Penting pula mencermati komposisi delegasi pengusaha dari perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat yang hadir, karena hal itu menunjukkan arah kerja sama masa depan, mulai dari teknologi, kecerdasan buatan, rantai pasok, hingga sektor keuangan," kata Djauhari, dikutip Antara.

Kunjungan resmi tersebut diisi dengan agenda dialog bilateral selama 2 jam 15 menit pada hari Kamis, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan tur ke kompleks kediaman resmi petinggi Partai Komunis China di Zhongnanhai pada hari Jumat.

Sejumlah pimpinan perusahaan raksasa asal Amerika Serikat yang ikut serta dalam rombongan antara lain CEO Apple Tim Cook, Presiden dan Wakil Ketua Meta Dina Powell McCormick, CEO NVidia Jensen Huang, CEO Cargill Brian Sikes, serta CEO Tesla Elon Musk.

Delegasi Amerika Serikat tersebut juga diperkuat oleh kehadiran pimpinan dari Boeing, Citigroup, Goldman Sachs, GE Aerospace, Qualcomm, Visa, Micron Technology, Mastercard, BlackRock, Blackstone, Coherent, hingga Illumina.

Sementara itu, pihak tuan rumah menghadirkan jajaran korporasi besar China dalam perjamuan makan malam kenegaraan seperti Air China, Douyin, China International Capital Corporation, Haier Group, ICBC, Lenovo Group, Fuyao Glass Industry, dan Lens Technology.

Perusahaan China lain seperti COFCO Group, Bank of China, Xiaomi Technology, COMAC, Wanda Group, COSCO Shipping, China Tourism Group, serta Hisense Group turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi