Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mewaspadai ancaman eksploitasi oleh investor maupun yayasan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Istana, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Langkah ini diambil guna memastikan program prioritas tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mengejar keuntungan finansial semata. Dilansir dari Nasional, BGN dinilai telah bekerja maksimal untuk mengatasi kesenjangan selama pelaksanaan program berlangsung.
Komunikasi intensif telah dilakukan oleh pihak KSP untuk memberikan peringatan dini kepada pimpinan BGN mengenai potensi risiko kerja sama dengan pihak eksternal.
"Saya sudah komunikasi dengan Pak Dadan agar diantisipasi kepada yayasan maupun investor yang segala rupanya ingin mengambil suatu keuntungan, ini agar betul-betul diwaspadai," kata Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresidenan.
Eks Kasad tersebut juga mendorong Kepala BGN Dadan Hindayana untuk merumuskan mekanisme agar para investor memiliki kepedulian nyata terhadap kondisi anak-anak penerima manfaat.
"Ya saya sampaikan lah kepada yayasan-yayasan yang mendirikan untuk membuat MBG dan sebagainya. Ya tolonglah berpikir untuk memajukan bangsa ini, anak-anak kita kasihan," ujar Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresidenan.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh munculnya sejumlah laporan mengenai insiden gangguan kesehatan yang dialami oleh para peserta program di lapangan.
"Baru-baru ini kan baru lagi ada keracunan juga, nah ini hal-hal gini ini saya akan terus-menerus tentunya bersama-sama juga dengan BGN ya untuk menindak hal-hal yang memang kurang baik gitu lah," sambung Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresidenan.
Dudung mengingatkan bahwa setiap hambatan dalam pelaksanaan merupakan bagian dari proses pendewasaan sebuah kebijakan nasional yang baru berjalan. Beliau memberikan analogi bahwa program MBG ibarat seorang balita yang sedang belajar melangkah dan sesekali terjatuh sebelum benar-benar stabil.