Pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI Dyastasita Widya Budi mendapat kritik tajam dari warganet setelah potongan video penilaiannya dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral pada Mei 2026. Dyastasita yang bertindak sebagai juri dituding tidak objektif karena menganulir jawaban benar dari salah satu peserta lomba.
Gelombang protes muncul di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Instagram setelah video tersebut memperlihatkan momen Dyastasita menyalahkan jawaban tim peserta. Dilansir dari Suara, keputusan juri tersebut memicu ketegangan karena substansi jawaban yang disampaikan peserta dinilai tepat dan memiliki kemiripan dengan jawaban tim lawan.
Aksi penganuliran poin tersebut berdampak pada pemberian nilai minus bagi tim yang bersangkutan sehingga memicu reaksi keras dari penonton di lokasi kegiatan. Akun Instagram @smansaptk.informasi secara terbuka menuntut adanya klarifikasi mengenai mekanisme penilaian guna menjaga integritas kompetisi bergengsi tersebut.
Meskipun terjadi kontroversi dalam proses penjurian, SMAN 1 Sambas tetap ditetapkan sebagai pemenang lomba. Sekolah tersebut dipastikan akan menjadi perwakilan Provinsi Kalimantan Barat untuk berkompetisi di tingkat nasional, meskipun sentimen negatif terhadap dewan juri masih terus bergulir di jagat maya.
Dyastasita Widya Budi sendiri merupakan figur senior di lingkungan pemerintahan yang menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi pada Deputi Bidang Pengkajian dan Pemasyarakatan Konstitusi Setjen MPR RI. Sebagai aparatur sipil negara, ia telah mencapai pangkat Pembina Utama atau Golongan IV/e.
Dalam tugas kedinasannya, Dyastasita dikenal intensif melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika ke berbagai daerah. Namun, rekam jejak akademisnya menunjukkan bahwa ia pernah tercatat sebagai mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Negara di STIA LAN Jakarta pada 2012.
Berdasarkan data pada laman PDDikti, studi pascasarjana tersebut tidak diselesaikan oleh yang bersangkutan. Penelusuran data mengonfirmasi bahwa Dyastasita resmi mengajukan pengunduran diri dari instansi pendidikan tersebut pada semester genap tahun ajaran 2012/2013.