Dyastasita Widya Budi Jadi Sorotan Usai LHKPN Ungkap Garasi Kosong

Dyastasita Widya Budi Jadi Sorotan Usai LHKPN Ungkap Garasi Kosong

Nama Dyastasita Widya Budi yang menjabat sebagai Kepala Biro Pengkajian Konstitusi MPR tengah menjadi pusat perhatian publik. Selain karena penilaiannya dalam lomba LCC MPR yang dianggap tidak konsisten, rekam jejak kekayaannya turut memicu diskusi luas.

Berdasarkan laporan harta kekayaan yang dilansir dari Suara, Dyastasita tercatat memiliki gaya hidup yang berbeda dari stereotip birokrat pada umumnya. Hal ini terlihat dari ketiadaan aset kendaraan bermotor dalam dokumen resmi negara tersebut.

Data LHKPN periodik 2025 yang dilaporkan pada 26 Maret 2026 menunjukkan total kekayaan bersih sang pejabat mencapai Rp581.220.940. Nilai ini dinilai cukup wajar untuk posisi manajerial di lingkungan instansi pusat.

Mayoritas kekayaan Dyastasita terakumulasi dalam bentuk aset tidak bergerak yang berlokasi di wilayah strategis. Ia memiliki tiga bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Pusat serta Jakarta Selatan dengan nilai mencapai Rp697.120.000.

Selain aset properti, laporan tersebut mencantumkan kepemilikan kas dan setara kas sebesar Rp1.675.031. Di sisi lain, tercatat pula adanya beban utang yang dilaporkan secara transparan dengan nilai sebesar Rp117.574.091.

Anomali Alat Transportasi Pejabat Senayan

Aspek yang paling menarik perhatian adalah rincian kolom Alat Transportasi dan Mesin yang menunjukkan angka nol rupiah. Dyastasita secara resmi melaporkan bahwa dirinya tidak memiliki satu pun unit mobil pribadi maupun sepeda motor.

Ketiadaan kendaraan operasional pribadi ini menjadi anomali bagi pejabat eselon di ibu kota yang biasanya identik dengan kepemilikan otomotif mewah. Kondisi ini memicu rasa penasaran masyarakat mengenai mobilitas hariannya menuju kawasan Senayan.

Banyak pihak berspekulasi apakah sang pejabat merupakan pengguna setia transportasi publik terintegrasi di Jakarta. Pilihan gaya hidup tanpa kendaraan pribadi ini memberikan sudut pandang unik di tengah kontroversi yang sedang menerpanya sebagai juri lomba.

Artikel terkait

Rekomendasi