Enam Negara Bagian AS Gelar Pemilu Primer Midterm

Enam Negara Bagian AS Gelar Pemilu Primer Midterm

Vonis politik bagi sejumlah politisi Amerika Serikat ditentukan melalui pemilu primer yang digelar di Alabama, Georgia, Idaho, Kentucky, Oregon, dan Pennsylvania pada Selasa, 19 Mei 2026.

Ajang ini menjadi barometer krusial bagi gerakan MAGA yang dipimpin Presiden Donald Trump menjelang Pemilu Midterm November mendatang, seperti dilaporkan oleh USA Today dan The Guardian.

Pertarungan paling disorot terjadi di Distrik Kongres ke-4 Kentucky antara anggota DPR petahana dari Republik, Thomas Massie, melawan penantang yang didukung Trump, Ed Gallrein.

Massie menghadapi pemilu tersulit dalam 14 tahun kariernya setelah kerap berseberangan dengan Trump pada sejumlah isu penting di periode keduanya.

Sementara itu, posisi lowong yang ditinggalkan mantan Pemimpin Mayoritas Senat dari Republik, Mitch McConnell, diproyeksikan jatuh ke tangan Andy Barr.

Associated Press dan NBC News memproyeksikan Barr menang telak atas Jaksa Agung Daniel Cameron dan pendatang baru Nate Morris setelah mendapat dukungan dari Trump.

Di Texas, Jaksa Agung Ken Paxton memberikan komentarnya setelah mendapat dukungan dari Trump untuk maju dalam pemilihan putaran kedua pekan depan melawan Senator John Cornyn.

"The most significant" ujar Ken Paxton, Jaksa Agung Texas saat menggambarkan arti dukungan tersebut dalam wawancara di "The Will Cain Show".

Paxton menganggap endorsement tersebut sebagai pengakuan tertinggi bagi politisi Republik, sekaligus menepis klaim Cornyn yang mengaku sebagai teman Trump.

"since I got into the race a year ago" kata Ken Paxton menambahkan konteks pertemanan Cornyn dengan sang presiden.

Menurut Paxton, presiden sengaja menunda pemberian dukungan resmi demi menjaga relasi kerja dengan Cornyn yang saat ini memegang hak suara di Senat AS.

"He needs to get legislation passed. I don't have a vote in the U.S. Senate right now. I will but I don't have one now and John Cornyn does," ucap Ken Paxton.

Kondisi keamanan pemilu di pantai barat justru mendapat sorotan tajam dari otoritas setempat akibat maraknya disinformasi administrasi pemilu.

Sekretaris Negara Bagian Oregon, Tobias Read, mengkritik pemotongan anggaran federal untuk Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur yang dianggap melemahkan keamanan pemilu.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Jaksa Agung Dan Rayfield terkait serangan opini yang mengarah pada integritas jalannya pemungutan suara.

"The amount of misinformation that is being spewed across our country within this state is at an all-time high," kata Dan Rayfield, Jaksa Agung Oregon.

Rayfield menuding sejumlah pejabat publik ikut bertanggung jawab atas tersebarnya hoaks yang mengganggu kepercayaan publik tersebut.

"We have attacks on the integrity and the administration of our elections from elected officials going all the way up to the President of the United States." ujar Dan Rayfield.

Di Georgia, pelaksanaan pemungutan suara sempat terganggu akibat adanya aktivitas kepolisian di pinggiran kota Atlanta.

Kandidat Sekretaris Negara Bagian Georgia, Gabriel Sterling, mengonfirmasi lewat media sosial bahwa pemungutan suara di Sekolah Dasar Ison Springs sempat dihentikan selama satu jam sebelum dibuka kembali.

Kepolisian Sandy Springs menyatakan investigasi dilakukan setelah menerima laporan adanya orang mencurigakan berpakaian ala militer serta suara tembakan, meski tidak ada korban luka hingga pukul 15.00 waktu setempat.

Selain kendala keamanan, perhatian di Georgia juga tertuju pada pemilihan non-partisan untuk tiga kursi hakim Agung negara bagian yang mendapat perhatian dari tokoh nasional Partai Demokrat.

Mantan Presiden Barack Obama dan mantan Wakil Presiden Kamala Harris memberikan dukungan kepada Miracle Rankin dan Jen Jordan untuk menantang hakim petahana yang konservatif.

"State supreme court justices play a" tulis laporan berita yang terputus saat menjelaskan pentingnya peran hakim agung tersebut dalam konstelasi hukum negara bagian.

Artikel terkait

Rekomendasi