Evakuasi Penumpang Kapal MV Hondius Terjangkit Virus Hanta di Spanyol

Evakuasi Penumpang Kapal MV Hondius Terjangkit Virus Hanta di Spanyol

Proses evakuasi terhadap penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terjangkit virus Hanta dilaksanakan di Kepulauan Canary, Spanyol, pada Minggu (11/5/2026) pagi waktu setempat. Langkah medis ini diambil oleh pemerintah Spanyol bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut.

Kapal yang terdaftar di bawah bendera Belanda tersebut mengangkut lebih dari 140 orang yang terdiri dari penumpang serta kru. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Travel, otoritas setempat memastikan prosedur kesehatan dilakukan secara ketat untuk menjamin keamanan wilayah tersebut dari ancaman wabah.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, turun langsung ke Tenerife bersama Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, guna memantau jalannya evakuasi. Tedros memberikan pernyataan untuk menenangkan publik yang mulai merasa khawatir dengan kedatangan kapal tersebut.

"Saya tahu masyarakat khawatir. Saat mendengar kata 'wabah' dan melihat kapal menuju pantai Anda, kenangan tahun 2020 pasti muncul kembali," kata Tedros dikutip dari AP News, Senin (11/5/2026).

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa risiko kesehatan hantavirus saat ini dinilai masih berada pada level rendah. Tedros juga memberikan penegasan tambahan mengenai karakteristik medis dari virus yang ditemukan di kapal tersebut.

"Namun saya perlu menegaskan dengan jelas, bahwa ini bukan COVID baru. Risiko kesehatan masyarakat akibat hantavirus saat ini masih rendah," dia menambahkan.

Hantavirus dilaporkan sebagai penyakit serius yang umumnya ditularkan melalui sisa kotoran hewan pengerat, meskipun jenis Andes virus yang ada di kapal memiliki potensi penularan antarmanusia dalam kasus tertentu. Hingga saat ini, tercatat tiga orang meninggal dunia dan lima orang lainnya dinyatakan positif terinfeksi setelah turun dari kapal.

Kehadiran kapal MV Hondius di perairan Tenerife memicu reaksi beragam dari penduduk setempat, termasuk kekhawatiran atas alasan pemilihan lokasi evakuasi. Warga setempat, Simon Vidal, menyuarakan pendapatnya terkait situasi di pelabuhan tersebut.

"Saya tidak terlalu suka dengan situasi ini. Kenapa kapal dari negara lain harus dibawa ke sini?" ujarnya.

Sentimen serupa juga muncul dari masyarakat lainnya yang masih teringat pada trauma pandemi masa lalu. Samantha Aguero, warga setempat lainnya, mengungkapkan perasaannya antara rasa waspada dan kepedulian kemanusiaan.

"Kami merasa belum benar-benar aman karena ini tetap virus dan kami pernah mengalami pandemi. Tapi kami juga harus punya empati," katanya.

Seluruh penumpang yang turun dari kapal diwajibkan mengikuti protokol karantina serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan hanya diperbolehkan membawa barang-barang esensial. Sejauh ini, operator Oceanwide Expeditions melaporkan bahwa tidak ada penumpang maupun kru di atas kapal yang menunjukkan gejala klinis aktif.

Artikel terkait

Rekomendasi