Tim Medis Beri Bius Korban Terjepit Kecelakaan Kereta di Bekasi

Tim Medis Beri Bius Korban Terjepit Kecelakaan Kereta di Bekasi

Tim medis melakukan tindakan darurat berupa pembiusan dan pemberian cairan infus kepada lima korban yang terjepit material baja dalam kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Langkah krusial ini diambil di lokasi kejadian guna menstabilkan kondisi fisik korban sebelum proses evakuasi yang memakan waktu lama berhasil diselesaikan sekitar pukul 07.00 pagi.

Upaya penyelamatan yang berlangsung dramatis tersebut dilansir dari Detik Health melibatkan koordinasi intensif antara tenaga medis dan tim penyelamat. Keputusan medis ini menjadi prioritas utama karena posisi korban yang terhimpit puing-puing kereta menyulitkan proses penarikan manual oleh tim rescue di lapangan.

Ketua Umum LKTB IDI sekaligus Incident Commander Kemenkes, dr. Muhammad Iqbal El Mubarak, SpB, memberikan penjelasan mengenai urgensi pemberian cairan tersebut. Ia menegaskan bahwa prediksi waktu evakuasi yang lama serta tanda ketidakstabilan tubuh korban menjadi dasar utama tindakan medis di tengah puing baja.

"Tujuannya adalah menstabilkan tanda-tanda vital. Ada beberapa (korban) yang nadinya kencang sekali, menunjukkan potensi perburukan kondisi tubuh," ujar dr. Iqbal.

Pemberian infus ini berfungsi menjaga kesadaran serta mencegah dehidrasi pada korban yang terjebak dalam situasi mencekam. Selain stabilitas cairan, dr. Iqbal juga memutuskan untuk melakukan pembiusan menggunakan campuran obat fentanyl dan midazolam guna mencapai relaksasi otot yang menyeluruh.

"Bius ini bertujuan untuk meminimalisir rasa nyeri yang sangat kuat dan membuat otot lebih rileks. Dengan begitu, tim rescue lebih mudah menarik korban keluar tanpa adanya hambatan gerakan dari korban yang kesakitan," jelas dr. Iqbal.

Langkah medis berisiko ini dilakukan setelah upaya pemotongan material baja tidak memberikan kemajuan signifikan selama berjam-jam. Kondisi semakin mendesak lantaran periode emas penanganan medis atau golden time selama enam jam telah terlewati sebelum seluruh korban berhasil dibebaskan.

Seluruh korban yang berjumlah lima orang akhirnya dapat dievakuasi setelah proses panjang selama sembilan jam. Tim medis terus melakukan pengawasan ketat terhadap tanda vital mereka hingga para korban diberangkatkan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Artikel terkait

Rekomendasi