Proses evakuasi puluhan penumpang dan kru kapal pesiar MV Hondius dari Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, resmi dimulai sejak Minggu lalu menyusul wabah virus Hanta yang merenggut tiga nyawa. Langkah darurat ini dilakukan secara bertahap untuk memulangkan warga negara asing ke negara asal mereka masing-masing.
Sebanyak 146 orang dilaporkan berada di atas kapal berbendera Belanda tersebut saat bersandar pada Minggu (11/5/2026) dini hari, sebagaimana dilansir dari Detik Travel melalui laporan The Guardian. Seluruh penumpang sebelumnya telah menjalani masa karantina ketat di dalam kabin meskipun tidak ada laporan penambahan kasus bergejala baru selama pemantauan berlangsung.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memberikan kepastian mengenai status ancaman kesehatan global terkait temuan kasus di kapal tersebut. Beliau menegaskan bahwa virus ini memiliki karakteristik penularan yang sangat terbatas melalui kontak fisik yang sangat dekat.
"Berdasarkan penilaian kami, hal itu tidak akan terjadi," kata Tedros.
Penegasan tersebut merujuk pada penilaian risiko bahwa virus Hanta tidak memiliki potensi untuk berkembang menjadi pandemi global seperti COVID-19. Saat ini, pihak berwenang Spanyol memastikan perpindahan penumpang dari kapal menuju bandara dilakukan menggunakan perahu kecil guna menghindari kontak langsung dengan penduduk lokal di Tenerife.
Data kepulangan menunjukkan satu penumpang asal Inggris telah diterbangkan dengan penerbangan khusus menuju Merseyside untuk menjalani karantina, sementara 22 warga Inggris lainnya tiba di Manchester pada Minggu malam. Pemerintah Prancis turut melaporkan satu dari lima warganya menunjukkan gejala penyakit, sedangkan otoritas Amerika Serikat mengonfirmasi satu warga positif ringan strain Andes.
Selain negara-negara tersebut, sejumlah penerbangan evakuasi telah disiapkan untuk memulangkan penumpang yang berasal dari Belanda, Jerman, Belgia, Yunani, Kanada, Turki, Irlandia, hingga Australia. WHO kini tengah memfokuskan koordinasi dengan berbagai negara untuk melacak penumpang yang telah turun sebelum deteksi wabah pertama kali dilakukan.