Seluruh penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terdampak wabah hantavirus telah selesai dievakuasi di Kepulauan Kanari, Spanyol, pada Senin, 11 Mei 2026. Operasi medis skala internasional ini dilakukan setelah virus yang menewaskan tiga penumpang tersebut memicu kekhawatiran penyebaran antarmanusia di atas kapal.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin menunjukkan setidaknya terdapat sembilan laporan kasus, yang terdiri dari tujuh kasus terkonfirmasi dan dua kasus dugaan. Wabah ini pertama kali dilaporkan ke WHO pada 2 Mei, bertepatan dengan kematian penumpang ketiga sejak kasus pertama muncul pada 11 April lalu.
Direktur Jenderal WHO memberikan penegasan mengenai tingkat risiko infeksi ini kepada masyarakat luas guna meredam kepanikan publik.
"If they stayed longer on the ship, the situation could have been difficult," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.
Ia menambahkan bahwa warga di negara asal para penumpang tidak perlu merasa terancam dengan kepulangan kerabat mereka.
"there is nothing to fear, the risk is low, this is not another COVID," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.
Sebanyak 18 penumpang telah tiba di fasilitas kesehatan khusus di Amerika Serikat, tepatnya di Nebraska dan Georgia, pada Senin pagi. Pejabat kesehatan AS melaporkan satu penumpang di Nebraska terkonfirmasi positif hantavirus meskipun tidak menunjukkan gejala, sementara satu penumpang lainnya di Atlanta menunjukkan gejala ringan.
Kapten kapal MV Hondius menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh individu di atas kapal melalui sebuah pesan video yang dirilis pada hari yang sama.
"unity" kata Jan Dobrogowski, Kapten Kapal.
Kapten Dobrogowski juga menyoroti ketangguhan mental para penumpang dan kru dalam menghadapi situasi karantina yang sulit tersebut.
"strength" kata Jan Dobrogowski, Kapten Kapal.
Ia menegaskan bahwa kerja sama yang solid menjadi kunci utama keberhasilan proses evakuasi hingga titik terakhir.
"I could not imagine sailing through these circumstances with a better group of people, guests and crew alike," kata Jan Dobrogowski, Kapten Kapal.
Di Prancis, seorang wanita dilaporkan berada dalam kondisi stabil di ruang perawatan intensif sebuah rumah sakit di Paris setelah dinyatakan positif hantavirus. Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menyatakan empat penumpang lainnya yang kembali pada hari Minggu telah mendapatkan hasil tes negatif namun tetap menjalani isolasi.
Juru bicara WHO menjelaskan mengenai status medis salah satu warga Amerika Serikat yang sebelumnya dilaporkan terinfeksi.
"inconclusive" kata Sarah Tyler, Juru Bicara WHO.
Sementara itu, perwakilan CDC Amerika Serikat memberikan pandangan medis terkait munculnya gejala pada beberapa penumpang yang baru tiba.
"It doesn’t necessarily mean, just because someone has symptoms, that they’re going to end up having this illness," kata Dr. Brendan Jackson, CDC Amerika Serikat.
Menanggapi kritik mengenai kecepatan respons pemerintah, otoritas kesehatan Amerika Serikat menyatakan bahwa situasi saat ini sudah dalam pemantauan ketat.
"We have this under control," kata Robert F. Kennedy Jr., Menteri Kesehatan AS.
Ia juga menegaskan bahwa anggaran lembaga yang dipimpinnya tetap memadai untuk menangani ancaman kesehatan ini.
"and we’re not worried about it," kata Robert F. Kennedy Jr., Menteri Kesehatan AS.
Proses pemantauan terhadap lebih dari 30 penumpang yang telah turun lebih awal di St. Helena pada 24 April terus dilanjutkan untuk mencegah penyebaran lebih luas ke berbagai negara.