Ratusan penumpang kapal MV Hondius mulai diturunkan di Pelabuhan Granadilla, Tenerife, Kepulauan Canary pada Minggu, 10 Mei 2026, setelah terjebak di laut selama lima pekan akibat deteksi hantavirus strain Andes. Proses evakuasi yang dilakukan secara bertahap tersebut melibatkan koordinasi ketat antara personel militer dan tenaga kesehatan untuk mencegah penyebaran virus ke wilayah setempat.
Otoritas kesehatan Spanyol menerapkan protokol keamanan tinggi dengan memindahkan penumpang dalam kelompok kecil yang terdiri dari lima orang menggunakan kapal pengangkut menuju dermaga. Setibanya di darat, para penumpang langsung diarahkan ke tenda khusus oleh petugas yang mengenakan alat pelindung diri lengkap untuk menjalani pemeriksaan sebelum diterbangkan ke negara asal masing-masing.
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, memberikan pernyataan tertulis untuk menenangkan warga Tenerife di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi pandemi baru. Ia menekankan adanya perbedaan karakteristik antara virus ini dengan wabah sebelumnya yang pernah melanda dunia secara global.
"In a message to the people of Tenerife on Saturday Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, the director general of the World Health Organization, acknowledged the fear that is natural for all of us, six years on from the start of the pandemic. But this, he explained, is not that." tulis Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.
Laporan dari CNN menyebutkan bahwa pengawasan medis di pelabuhan menunjukkan pola penularan virus yang lebih terbatas dibandingkan virus pernapasan lainnya. Hal ini didasarkan pada temuan awal tim epidemiologi yang memantau langsung proses debarkasi di lokasi kejadian sejak pagi hari.
"One WHO epidemiologist at the port Sunday told CNN it appears to be transmitted only from someone exhibiting symptoms to someone else in very close contact." ujar seorang epidemiolog WHO.
Kapal MV Hondius diketahui mengangkut penumpang dari 23 kewarganegaraan berbeda dalam perjalanan wisata menuju Antartika dan Pulau St. Helena yang berakhir dengan situasi darurat medis. Seluruh penumpang kini diwajibkan menjalani karantina dan isolasi mandiri selama minimal enam minggu di negara masing-masing sebagai bagian dari protokol kesehatan internasional.