Habib Syarief Desak MPR RI Evaluasi Penjurian LCC Empat Pilar

Habib Syarief Desak MPR RI Evaluasi Penjurian LCC Empat Pilar

Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad mendesak Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk melakukan evaluasi total terhadap mekanisme penjurian Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar. Langkah ini diambil menyusul adanya insiden ketidakkonsistenan penilaian pada babak final di Kalimantan Barat yang dilaporkan pada Selasa (12/5/2026).

Sorotan terhadap kredibilitas kompetisi tersebut muncul setelah ditemukan adanya perbedaan poin bagi dua peserta yang memberikan jawaban serupa. Syarief menekankan pentingnya indikator terukur yang mencakup ketepatan, kecepatan, serta kejelasan suara peserta dalam proses penilaian di masa depan, sebagaimana dilansir dari Nasional.

"Adanya perbedaan penilaian terhadap jawaban yang sama dari dua peserta menunjukkan mekanisme penjurian perlu dievaluasi total. Kami berharap ini menjadi insiden terakhir," kata Habib Syarief dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengingatkan bahwa transparansi dan objektivitas sangat krusial guna menjaga marwah perlombaan. Ia menilai pengawasan dari pihak panitia harus diperketat pada setiap tingkatan seleksi agar kesalahan persepsi juri tidak terulang kembali.

"Sesuai petunjuk pelaksanaan, panitia seharusnya memonitor setiap tahapan. Evaluasi pasca-seleksi penting untuk mengidentifikasi kekurangan dan memberikan rekomendasi perbaikan agar tidak terjadi kesalahan pendengaran atau persepsi juri," ucap Habib Syarief.

Guna meminimalisir perdebatan teknis, Syarief menawarkan dua solusi konkret untuk diterapkan dalam sistem lomba yang berlangsung cepat. Penggunaan perangkat audio berkualitas tinggi bagi dewan juri dan kewajiban dokumentasi audio-visual menjadi poin utama usulannya.

"Kalau ada perdebatan, rekaman audio bisa diputar ulang. Ini penting demi akuntabilitas penilaian," ujar Habib Syarief.

Artikel terkait

Rekomendasi