Pemerintah Evaluasi Taksi Green SM Usai Kecelakaan Maut di Bekasi

Pemerintah Evaluasi Taksi Green SM Usai Kecelakaan Maut di Bekasi

Kementerian Perhubungan melakukan evaluasi terhadap operasional taksi Green SM menyusul insiden kecelakaan maut antara kereta api Argo Bromo Anggrek, KRL Commuter Line, dan satu unit taksi di perlintasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4) malam.

Peristiwa tragis tersebut dilaporkan merenggut nyawa 14 orang dan menyebabkan 84 orang lainnya luka-luka. Dilansir dari Suara, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk penguatan sistem keselamatan transportasi nasional.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengoordinasikan proses peninjauan ini melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat untuk memeriksa secara mendalam tanggung jawab perusahaan transportasi asal Vietnam tersebut dalam insiden perlintasan tersebut.

"Dalam hal ini Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan daratnya telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," kata Seskab Teddy Indra Wijaya.

Penataan sistem pengamanan perlintasan kereta api kini menjadi prioritas pemerintah untuk meminimalisasi potensi bahaya di titik-titik rawan kecelakaan. Selain evaluasi operasional, infrastruktur fisik di lokasi kejadian juga akan segera diperbaiki untuk mendukung kelancaran lalu lintas.

Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah memberikan persetujuan terkait pembangunan jalan layang atau flyover di kawasan Bekasi guna mengatasi kepadatan kendaraan yang sering memicu risiko fatal di jalur rel.

"Presiden Prabowo menyetujui pembangunan flyover di wilayah Bekasi guna mengurangi risiko kecelakaan, mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut," kata Teddy Indra Wijaya.

Di sisi lain, manajemen perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia memberikan tanggapan resmi mengenai keterlibatan armada mereka dalam kecelakaan di Bekasi Timur. Perusahaan menyatakan telah menyerahkan data yang dibutuhkan untuk kepentingan pemeriksaan hukum.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," kata perusahaan taksi listrik asal Vietnam tersebut.

Pihak pengelola layanan transportasi tersebut menegaskan bahwa standar operasional prosedur terkait keamanan akan terus ditingkatkan. Hal ini mencakup pengawasan ketat terhadap seluruh unit kendaraan yang beroperasi di wilayah Indonesia.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan," kata perusahaan tersebut.

Manajemen juga menyampaikan simpati kepada para korban dan keluarga yang terdampak oleh peristiwa memilukan tersebut. Perusahaan berupaya memberikan bantuan yang diperlukan selama masa pemulihan para korban luka.

"Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," kata Perusahaan taksi itu.

Artikel terkait

Rekomendasi