Mengenal 6 Fase Kehidupan Manusia Setelah Kiamat Menurut Ajaran Islam

Mengenal 6 Fase Kehidupan Manusia Setelah Kiamat Menurut Ajaran Islam

Kehidupan manusia dalam pandangan Islam tidak berakhir begitu saja setelah kematian atau terjadinya kehancuran alam semesta. Peristiwa kiamat justru menjadi gerbang awal menuju fase kehidupan hakiki yang bersifat abadi di akhirat.

Dilansir dari Detikcom, kepastian datangnya hari akhir ini telah ditegaskan dalam Al-Qur'an surah Taha ayat 15. Melalui firman-Nya, Allah SWT menjelaskan tujuan dari peristiwa besar tersebut bagi setiap jiwa manusia.

"Sesungguhnya hari Kiamat itu (pasti) akan datang. Aku hampir (benar-benar) menyembunyikannya. (Kedatangannya itu dimaksudkan) agar setiap jiwa dibalas sesuai dengan apa yang telah dia usahakan."

Berdasarkan dalil Al-Qur'an dan hadits, terdapat setidaknya enam tahapan utama yang akan dilalui oleh umat manusia setelah kiamat berlangsung. Berikut adalah rincian fasenya.

Fase awal dimulai dengan hancurnya seluruh tatanan alam semesta secara total. Seluruh makhluk hidup akan mengalami kematian, termasuk para malaikat, kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah SWT untuk tetap hidup.

Peristiwa dahsyat ini digambarkan dalam surah Al-Qari'ah yang menyebutkan kondisi gunung-gunung yang berhamburan layaknya bulu. Manusia pun digambarkan dalam keadaan panik seperti laron yang beterbangan saat kiamat menggetarkan dunia.

"Al-Qāri'ah (hari Kiamat yang menggetarkan). Apakah al-Qāri'ah itu? Tahukah kamu apakah al-Qāri'ah itu? Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan dan gunung-gunung seperti bulu yang berhamburan. Siapa yang berat timbangan (kebaikan)-nya, dia berada dalam kehidupan yang menyenangkan. Adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)-nya, tempat kembalinya adalah (neraka) Hawiyah. Tahukah kamu apakah (neraka Hawiyah) itu? (Ia adalah) api yang sangat panas."

2. Kebangkitan dari Alam Kubur (Yaumul Ba'ats)

Tahap kedua adalah Yaumul Ba'ats atau hari kebangkitan yang ditandai dengan tiupan sangkakala untuk kedua kalinya. Pada momen ini, seluruh manusia yang pernah hidup sejak zaman Nabi Adam akan dihidupkan kembali dari kubur mereka.

Kondisi manusia saat bangkit sangat bergantung pada amal perbuatan mereka selama di dunia. Ada golongan yang bangkit dengan wajah bercahaya, namun ada pula yang berada dalam kegelapan dan ketakutan luar biasa.

"Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)."

3. Pengumpulan di Padang Mahsyar

Setelah dibangkitkan, manusia digiring menuju Padang Mahsyar, sebuah tempat luas yang menjadi lokasi berkumpulnya seluruh umat manusia. Fase ini dikenal sangat berat bagi banyak orang karena kondisi alam yang ekstrem.

Meski demikian, terdapat tujuh golongan orang beriman yang akan mendapatkan naungan spesial dari Allah SWT. Beberapa di antaranya adalah pemimpin yang adil, pemuda yang rajin beribadah, hingga orang yang hatinya terpaut pada masjid.

4. Perhitungan Amal (Hisab)

Memasuki fase hisab, seluruh catatan amal perbuatan manusia selama hidup di dunia akan diperiksa secara mendetail. Tidak ada satupun tindakan, sekecil apa pun, yang luput dari perhitungan di hadapan Allah SWT.

5. Penimbangan Amal dan Melewati Jembatan Shirath

Setelah proses perhitungan selesai, amal tersebut akan ditimbang melalui mizan untuk menentukan bobot kebaikan dan keburukan. Al-Qur'an surah Al-Anbiya ayat 47 menegaskan bahwa timbangan ini sangat akurat dan tidak akan merugikan siapapun.

"Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan."

Selanjutnya, manusia wajib melewati jembatan shirath yang terbentang di atas neraka sebagai penghubung menuju surga. Rasulullah SAW menggambarkan jembatan ini memiliki ketajaman melebihi pedang dan lebih halus dari sehelai rambut.

"Tidak ada seorang pun di antaramu yang tidak melewatinya (sirat di atas neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah ketentuan yang sudah ditetapkan."

6. Hari Pembalasan (Yaumul Jaza)

Fase terakhir adalah Yaumul Jaza, di mana setiap individu menerima balasan akhir berupa surga atau neraka. Penentuan tempat kembali ini didasarkan pada buku catatan amal yang telah diperiksa dan ditimbang sebelumnya.

"Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan."

Artikel terkait

Rekomendasi