Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiapkan fasilitas alternatif untuk mencuci dan menjemur pakaian bagi jemaah calon haji Indonesia di hotel-hotel Makkah pada Sabtu (9/5/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengatasi kendala setelah munculnya larangan penggunaan atap gedung sebagai tempat jemuran.
Penyediaan solusi ini melibatkan koordinasi intensif antara pihak PPIH dengan manajemen hotel serta syarikah di Arab Saudi. Sebagaimana dilansir dari Cahaya, kebijakan tersebut diambil guna memastikan kenyamanan jemaah tanpa melanggar regulasi ketertiban kota yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.
Kepala Seksi Layanan Akomodasi Daker Makkah PPIH, Suryo Panilih, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan pengelola hotel untuk memanfaatkan ruang yang tersedia. Bagi bangunan yang tidak memiliki fasilitas penjemuran di area terbuka, pengelola akan menyediakan lantai khusus yang dilengkapi sistem drainase pembuangan air yang layak.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak hotel untuk mencarikan solusi tempat pengganti, di antaranya memanfaatkan lantai servis (S) atau lantai R bagi hotel-hotel yang memang belum memiliki fasilitas tersebut," ungkap Suryo Panilih, Kepala Seksi Layanan Akomodasi Daker Makkah PPIH.
Menurut penjelasannya, pengerjaan fasilitas baru tersebut dipantau secara ketat dan ditargetkan rampung dalam waktu maksimal tiga hari. Suryo menegaskan bahwa seluruh aspek akomodasi, mulai dari ketersediaan air minum hingga fungsi lift, tetap menjadi prioritas pelayanan bagi jemaah.
Selain masalah penjemuran, komitmen pemenuhan kontrak oleh manajemen hotel mencakup penyediaan petugas resepsionis dan mesin cuci yang memadai. Pelarangan aktivitas di atap gedung sendiri murni didasarkan pada pertimbangan keselamatan jemaah calon haji selama berada di tanah suci.