Kemenhaj Siapkan Fasilitas Tenda Arafah Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Kemenhaj Siapkan Fasilitas Tenda Arafah Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Kementerian Haji dan Umrah melakukan pemeriksaan kesiapan fasilitas tenda bagi jemaah haji Indonesia di Padang Arafah untuk mengantisipasi tantangan cuaca panas ekstrem menjelang puncak ibadah haji pada pertengahan Mei 2026.

Fasilitas yang telah disiapkan mencakup tenda dengan sistem pendingin udara, kasur, bantal, serta selimut untuk menunjang kenyamanan jemaah saat melaksanakan ritual wukuf. Dilansir dari cnnindonesia.com, pihak otoritas juga menyediakan toilet khusus bagi penyandang disabilitas dan urinoir tambahan guna mencegah penumpukan antrean.

Pemeriksaan mendetail dilakukan untuk memastikan seluruh sarana pendukung siap digunakan tepat waktu. Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Harun Al Rasyid, melakukan peninjauan langsung guna memverifikasi kapasitas akomodasi tersebut.

"Memastikan detail kapasitas tenda dan jumlah jemaahnya," kata Harun Al Rasyid, Dirjen Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Di sisi lain, pakar kesehatan mengingatkan jemaah untuk mewaspadai ancaman dehidrasi dan heatstroke akibat paparan suhu tinggi di Makkah dan Madinah. Dokter spesialis gizi klinik, A. Yasmin Syauki, menekankan pentingnya mengenali sinyal tubuh seperti pusing, mual, dan pandangan kabur.

"Tanda-tanda dehidrasi itu sebenarnya lemas. Sebelum sampai pada tahap lemas, kita bisa memantau melalui warna urine kita," kata Yasmin sebagaimana dikutip jakarta.akurat.co pada Selasa (13/5/2026).

Menurut penjelasan dosen Universitas Hasanuddin tersebut, warna urine yang kuning pekat menjadi indikator utama kekurangan cairan. Ia mengimbau jemaah untuk segera meningkatkan konsumsi air jika gejala tersebut muncul.

"Segera tambah asupan cairan kita untuk menghindari respons dehidrasi yang lebih berat," tegas Yasmin.

Risiko lebih berat berupa heatstroke atau sengatan panas juga mengintai jemaah jika tubuh gagal mengendalikan suhu internal. Kondisi ini ditandai dengan sesak napas serta penurunan kesadaran akibat paparan panas yang berlebihan.

Dokter spesialis gizi klinik dari Universitas Indonesia, Pande Putu Agus Mahendra, sebelumnya turut menjelaskan bahwa kondisi dehidrasi yang diabaikan dapat memicu penglihatan buram. Sebagai langkah preventif, jemaah disarankan menggunakan pelindung kepala, memantau warna urine secara berkala, dan mengompres kepala dengan kain basah untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil.

Artikel terkait

Rekomendasi