Biro Investigasi Federal (FBI) menawarkan imbalan sebesar USD20.000 atau sekitar Rp3 miliar bagi siapa saja yang memberikan informasi terkait penangkapan Monica Elfriede Witt, seorang mantan agen kontraintelijen Angkatan Udara Amerika Serikat yang membelot ke Iran, pada Jumat (15/5/2026).
Dilansir dari Kompas, Witt yang kini berusia 47 tahun diduga telah menyerahkan berbagai informasi pertahanan nasional yang bersifat rahasia kepada Pemerintah Iran sejak membelot pada tahun 2013 lalu.
Dewan juri federal sebelumnya telah mendakwa perempuan tersebut atas tuduhan spionase pada Februari 2019, namun hingga saat ini ia masih berstatus sebagai buronan Pemerintah AS.
Pihak berwenang menyoroti kembali kasus ini setelah meletusnya perang antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari lalu, meskipun alasan spesifik pengangkatan kembali kasus Witt belum dijabarkan secara rinci.
"Witt diduga mengkhianati sumpah setiapnya kepada konstitusi lebih dari satu dekade lalu, dengan membelot ke Iran dan memberikan informasi pertahanan nasional kepada rezim Iran," kata Agen Khusus yang bertanggung jawab atas Divisi Kontraintelijen dan Siber Kantor Lapangan FBI Washington Daniel Wierzbicki.
Aparat penegak hukum mencurigai bahwa mantan agen militer tersebut masih terus memberikan sokongan terhadap berbagai aktivitas siber dan intelijen yang merugikan kepentingan nasional Amerika Serikat.
"Serta memberikan informasi pertahanan nasional dan kemungkinan terus mendukung aktivitas jahat mereka," ujarnya.
Wierzbicki menegaskan bahwa pengejaran terhadap pelaku tidak pernah dihentikan dan pihaknya optimis ada pihak yang mengetahui keberadaan buronan tersebut dalam situasi geopolitik saat ini.
Rekam jejak menunjukkan Witt pernah bertugas di Angkatan Udara AS pada periode 1997 sampai 2008 dengan keahlian bahasa Farsi, sebelum akhirnya bekerja sebagai kontraktor di Departemen Pertahanan AS.
Departemen Kehakiman AS menyatakan bahwa Witt membelot setelah menghadiri dua konferensi bermuatan propaganda anti-Barat di Iran, meskipun FBI telah memberikan peringatan resmi sebelum keberangkatannya.