FBI dan Polisi AS Gerebek Hotel Pengedar Narkoba

FBI dan Polisi AS Gerebek Hotel Pengedar Narkoba

Aparat Biro Investigasi Federal (FBI) bersama Kepolisian Charlotte-Mecklenburg (CMPD) menggerebek Hotel Charlotte Garden Inn Suites di Reagan Drive, Charlotte, North Carolina pada Rabu, 27 Mei 2026. Operasi gabungan selama enam bulan tersebut berhasil mengamankan 10 orang dari total 11 orang yang didakwa atas kasus peredaran narkoba dan senjata api ilegal.

Penggerebekan skala besar ini melibatkan ratusan agen federal dan personel kepolisian setempat sejak Rabu pagi. Jaksa Wilayah Barat North Carolina, Russ Ferguson, menegaskan bahwa akomodasi independen tersebut sama sekali tidak terafiliasi dengan jaringan Hilton Garden Inn.

Dari total individu yang didakwa, lima orang menghadapi tuntutan hukum federal dan enam lainnya dijerat dengan hukum negara bagian. Otoritas penegak hukum juga bergerak cepat dengan mengajukan gugatan resmi untuk menyita seluruh properti hotel dari tangan pemiliknya.

Kepala Polisi CMPD, Estella Patterson, menyatakan bahwa hotel tersebut telah beralih fungsi menjadi basis utama kejahatan terorganisir. Berdasarkan data kepolisian, petugas telah merespons panggilan darurat di lokasi tersebut sebanyak ratusan kali sepanjang tahun lalu.

"This hotel property has functioned as a stronghold for illicit activity, operating as a distribution hub for illegal firearms and narcotics," kata Estella Patterson.

Patterson menambahkan bahwa lonjakan kasus kriminal di lokasi tersebut meningkat tajam sebesar hampir 20 persen dibandingkan periode setahun sebelumnya. Penegakan hukum ini merupakan hasil sinergi kuat antara aparat lokal, negara bagian, dan federal.

"The data tells a stark, undeniable story: in 2025, CMPD officers responded to over 240 calls for service at this single location—a staggering, nearly 20% increase compared to the year prior. I am incredibly proud of the investigative work performed by CMPD detectives and officers, as well as our federal partners. When local, state, and federal agencies align their power, we do not just disrupt criminal enterprises—we dismantle them," kata Estella Patterson.

Patterson juga menjelaskan situasi di lapangan saat operasi penyamaran berlangsung. Para pengedar diketahui sengaja menyewa kamar untuk menyimpan dan memaketkan komoditas terlarang tersebut.

"The hotel operated as a distribution hub, was also a trafficking location for legal firearms and narcotics, and it really supplied a lot of drugs to our city," ujar Estella Patterson.

Pengamatan di lokasi menunjukkan aktivitas jual beli barang haram tersebut berlangsung secara terang-terangan seperti pasar terbuka. Para pelaku memanfaatkan properti penginapan sebagai tempat berlindung yang aman.

"It was an open-air drug market where dealers routinely rented homes or rooms and used the property as a safe haven to store, package, and distribute drugs," kata Estella Patterson.

Pihak kejaksaan mengungkapkan fakta bahwa transaksi terlarang terjadi di berbagai lantai bangunan tersebut. Kondisi ini merugikan para tamu umum yang menginap karena pihak manajemen mengklaim menyediakan layanan keamanan penuh.

"The hotel itself serves almost like a farmers market for drugs and guns," ujar Russ Ferguson.

Ferguson menyatakan para penghuni hotel yang tidak bersalah telah tertipu oleh promosi fasilitas keamanan 24 jam. Kenyataannya, sejumlah anggota tim keamanan internal hotel justru menjadi bagian dari jaringan pengedar.

"There are multiple rooms on multiple levels where people are buying drugs and guns. And those innocent people living there were duped," kata Russ Ferguson.

Berdasarkan penyelidikan, kepala keamanan beserta anggotanya merupakan residivis dengan rekam jejak kriminalitas yang panjang. Mereka memanfaatkan seragam dan jabatan untuk memuluskan aksi transaksi narkotika di area penginapan.

"The security team ... are felons. They have extensive criminal records. Violent crimes, drug crimes, you name it," ujar Russ Ferguson.

Aparat hukum telah mencoba membeli narkoba dan senjata langsung dari para petugas keamanan tersebut selama masa penyamaran. Tim keamanan terbukti aktif mendistribusikan barang terlarang di tempat mereka bekerja.

"They sell drugs. The security team is selling drugs there," kata Russ Ferguson.

Ferguson menyoroti kepala keamanan hotel bernama Marcus Logan yang kedapatan mengenakan monitor pergelangan kaki saat bertugas. Selain itu, pemilik hotel bernama Jessica Woodard dituduh tidak kooperatif saat polisi menyelidiki kasus penembakan terdahulu.

"[Logan] was actually working as a uniformed security officer in the hotel while wearing an ankle monitor on release for a crime," ujar Russ Ferguson.

Pihak kepolisian sudah pernah mengadakan pertemuan dengan pemilik hotel untuk membahas masalah keamanan ini, namun tidak ada tindakan korektif yang diambil. Sikap abai tersebut menjadi landasan kuat bagi jaksa untuk menyita paksa aset properti.

"They created the crime there instead of stopping it, and that’s why we filed our action today to seize the hotel," kata Russ Ferguson.

Langkah penyitaan aset federal ini juga menjadi peringatan keras bagi para pelaku usaha properti lainnya di wilayah tersebut. Pemerintah tidak akan menoleransi pemilik bisnis yang bekerja sama atau membiarkan tindak pidana terjadi di tempat mereka.

"And I hope this is a message to other hotel owners out there. That if you’re working with the side of the criminals instead of the side of the police, we are going to use our federal asset forfeiter power to take your hotel," ujar Russ Ferguson.

Penggunaan instrumen hukum federal berupa penyitaan aset ini dinilai sangat efektif untuk memutus mata rantai kejahatan terorganisir. Strategi ini menyasar langsung pemilik tempat yang terbukti membiarkan pelanggaran hukum berlangsung.

"This is what federal tools like asset forfeiture afford," kata Russ Ferguson.

Tindakan tegas diambil karena pemilik properti dianggap mengetahui adanya aktivitas kriminal namun memilih untuk diam. Penggerebekan ini juga menyasar koridor Sugar Creek dan I-85 yang sering dikeluhkan masyarakat.

"To take hotels like this, where the owner is complicit, knows there’s crime going on, doesn’t do anything to stop the crime," ujar Russ Ferguson.

Wilayah koridor tersebut diidentifikasi oleh aparat sebagai pusat perdagangan obat-obatan terlarang yang masif. Fokus operasi penindakan tidak hanya berhenti pada satu titik hotel penginapan saja.

"Today was about the Garden Inn, but this is not just about the Garden Inn. This is about more than one hotel," kata Russ Ferguson.

Pemerintah berkomitmen untuk membersihkan seluruh kawasan yang rawan kejahatan tersebut demi kenyamanan warga Charlotte. Investigasi mendalam akan terus dikembangkan ke lokasi-lokasi lain di sepanjang koridor.

"This about that whole corridor of Sugar Creek and I-85 that we get a whole lot of complaints about. It’s basically an open air drug market," ujar Russ Ferguson.

Berdasarkan laporan WBTV dan Charlotte Observer, operasi penyamaran ini berhasil mengamankan 11 pucuk senjata api. Empat tersangka yang ditahan atas dakwaan federal meliputi Justin Day, Michael Boatwright, Naquan Smith, serta kepala keamanan Marcus Logan, sementara satu tersangka wanita bermasalah hukum federal masih dalam proses pengejaran.

Artikel terkait

Rekomendasi