Ferdy Sambo Tempuh Studi Magister Teologi di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Tempuh Studi Magister Teologi di Lapas Cibinong

Narapidana Lapas Kelas IIA Cibinong, Ferdy Sambo, tercatat melanjutkan pendidikan jenjang Magister Teologi di Sekolah Tinggi Teologi Global Glow Indonesia Jakarta sejak 1 Juli 2024. Mantan Kadiv Propam Polri tersebut mengikuti perkuliahan secara daring sebagai bagian dari program pembinaan warga binaan.

Data tersebut dikonfirmasi melalui laman Pangkalan Data Pendidikan Tinggi yang menunjukkan status kepesertaan studi Sambo masih aktif. Penempuhan jalur pendidikan tinggi ini dilansir dari Nasional berdasarkan data resmi pemerintah.

"Tanggal masuk: 1 Juli 2024," tulis website pddikti.kemediktisaintek.go.id, dikutip Kompas.com, Kamis (14/5/2026).

Pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memberikan penjelasan terkait mekanisme pendidikan bagi warga binaan tersebut. Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas, Rika Aprianti, menyebutkan bahwa Sambo merupakan salah satu dari warga binaan Nasrani yang lolos seleksi beasiswa.

“Lapas Cibinong telah mengembangkan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI) untuk pemberian program beasiswa S1 dan S2 Teologi bagi warga binaan nasrani, yang salah satu warga binaan yang berminat untuk mengikuti program tersebut adalah Ferdy Sambo,” ujar Rika, saat dihubungi wartawan, Rabu (13/5/2026).

Pelaksanaan kuliah dilakukan sepenuhnya dari lingkungan lapas dengan pengawasan resmi. Rika menegaskan bahwa proses pemberian hak pendidikan ini tidak memberikan keistimewaan tertentu kepada narapidana mana pun.

“Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Rika.

Dasar hukum pelaksanaan program ini mengacu pada regulasi mengenai hak-hak dasar warga negara yang sedang menjalani masa pidana. Saat ini, terdapat puluhan warga binaan lain di Lapas Cibinong yang juga sedang menempuh pendidikan formal dari berbagai jenjang.

“Seperti kejar paket A, B, dan C yang telah diikuti oleh 88 warga binaan sejak tahun 2024, sampai dengan perguruan tinggi,” ucap Rika.

Artikel terkait

Rekomendasi