Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo dilaporkan tengah menempuh pendidikan program magister (S2) Teologi melalui jalur beasiswa dari dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong.
Kepastian mengenai pemenuhan hak pendidikan bagi terpidana kasus pembunuhan berencana tersebut dikonfirmasi oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kementerian Hukum pada Rabu (20/5/2026), sebagaimana dilansir dari Nasional.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menjelaskan bahwa kegiatan perkuliahan tersebut merupakan bagian dari hak yang melekat pada setiap warga binaan di dalam lapas.
"Yang saya tahu bahwa, itu kan ada hak-hak bagi warga binaan. Mau sekolah silakan, tinggal caranya," ujar Supratman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Kendati demikian, Supratman menggarisbawahi bahwa pelaksanaan teknis mengenai pembinaan tersebut kini berada di bawah kewenangan kementerian yang berbeda.
"Justru secara hukum... Satu ya, ini kan bukan tupoksi saya, bukan tupoksinya Kementerian Hukum ya, itu tupoksinya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," imbuhnya.
Fasilitas pendidikan ini diperoleh setelah Lapas Cibinong menjalin kemitraan dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI) untuk program beasiswa Strata 1 dan Strata 2 Teologi bagi warga binaan yang beragama Nasrani.
Kasubdit Kerja Sama Ditjen Pas, Rika Aprianti menyatakan bahwa Ferdy Sambo merupakan salah satu warga binaan yang mengajukan diri untuk mengikuti program beasiswa tersebut.
“Lapas Cibinong telah mengembangkan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI) untuk pemberian program beasiswa S1 dan S2 Teologi bagi warga binaan nasrani, yang salah satu warga binaan yang berminat untuk mengikuti program tersebut adalah Ferdy Sambo,” kata Rika saat dihubungi wartawan, Rabu (13/5/2026).
Proses perkuliahan bagi mantan jenderal polisi yang dipenjara akibat kasus pembunuhan berencana terhadap ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, dipastikan berjalan secara daring dari dalam lapas tanpa adanya keistimewaan.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar dia.